alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 28 January 2022

Pertashop Ditolak, Pemerintah Desa Siap Mediasi Kedua Pihak

PASURUAN, Radar Bromo – Belum ada solusi akhir atas pro-kontra pendirian Pertashop di Kecamatan Puspo. Di satu sisi, Paguyuban Pom Mini menolak karena khawatir jualan mereka tidak laku. Di sisi lain, pondok pesantren pendiri Pertashop beralasan usaha itu didirikan untuk pendidikan santri dan telah bekerja sama dengan BUMN.

Pembangunan Pertashop sudah berjalan sekitar seminggu. Aktivitas itu harus dihentikan sementara demi kondusivitas wilayah. Menurut rencana, akan ada pertemuan yang difasilitasi pemerintah desa dan kecamatan.

Kades Puspo Bagus Trenggono mengatakan, warga masih menolak pembangunan Pertashop oleh usaha Pondok Pesantren (PP) Darul Ulum Asrama II Hifdzul Iman Desa Karang Panda, Kecamatan Rejoso. Mereka khawatir usaha jual bensin eceran tidak laku.

LINI BISNIS PERTAMINA: Contoh Pertashop yang kini banyak bertebaran di pelosok desa. (Foto: Dok. Jawa Pos)

”Kemudian dilakukan aksi penolakan dengan masang banner,” katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, sebenarnya Pertashop itu juga akan menguntungkan warga yang punya usaha Pom Mini. Sebab, mereka bisa kulakan di tempat yang lebih dekat. Ongkos mereka lebih irit. ”Ya begitu seharusnya. Mereka sebenarnya lebih dimudahkan,” ungkap Bagus.

PASURUAN, Radar Bromo – Belum ada solusi akhir atas pro-kontra pendirian Pertashop di Kecamatan Puspo. Di satu sisi, Paguyuban Pom Mini menolak karena khawatir jualan mereka tidak laku. Di sisi lain, pondok pesantren pendiri Pertashop beralasan usaha itu didirikan untuk pendidikan santri dan telah bekerja sama dengan BUMN.

Pembangunan Pertashop sudah berjalan sekitar seminggu. Aktivitas itu harus dihentikan sementara demi kondusivitas wilayah. Menurut rencana, akan ada pertemuan yang difasilitasi pemerintah desa dan kecamatan.

Kades Puspo Bagus Trenggono mengatakan, warga masih menolak pembangunan Pertashop oleh usaha Pondok Pesantren (PP) Darul Ulum Asrama II Hifdzul Iman Desa Karang Panda, Kecamatan Rejoso. Mereka khawatir usaha jual bensin eceran tidak laku.

LINI BISNIS PERTAMINA: Contoh Pertashop yang kini banyak bertebaran di pelosok desa. (Foto: Dok. Jawa Pos)

”Kemudian dilakukan aksi penolakan dengan masang banner,” katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, sebenarnya Pertashop itu juga akan menguntungkan warga yang punya usaha Pom Mini. Sebab, mereka bisa kulakan di tempat yang lebih dekat. Ongkos mereka lebih irit. ”Ya begitu seharusnya. Mereka sebenarnya lebih dimudahkan,” ungkap Bagus.

MOST READ

BERITA TERBARU