alexametrics
25 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Awal Penghujan, 23 Desa di Kab Pasuruan Masih Dikirim Air Bersih

PASURUAN, Radar Bromo – Sudah seminggu ini hujan rutin mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan. Meski begitu, sejumlah daerah masih alami krisis air bersih.

Diprediksi sumber air baru terbentuk pertengahan November. Bila kebutuhan air bersih sudah terpenuhi, pengiriman air bersih pun mulai bertahap dihentikan.

Kepala Desa Jeladri, Kecamatan Winongan Muhamad Nurtinggal mengatakan, meski hujan sudah rutin turun di Kabupaten Pasuruan termasuk Winongan, namun kondisi sumber air dikatakan masih kering. Sehingga kebutuhan air tetap tinggi.

“Meskipun sudah turun air hujan, tapi sumber masih kering. Jadi warga 4 dusun disini (Jeladri) tetap membutuhkan pengiriman air bersih,” terang M Nurtinggal.

Nurtinggal mengatakan, memang butuh waktu dari awal musim hujan sehingga sumber air kembali ada. Baru jika hujan sudah rutin turun dari pagi hingga malam hari, biasanya sumber air sudah terbentuk kembali.

Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Tectona Jati membenarkan, meski hujan sudah rutin turun bahkan sampai menyebabkan banjir di Kabupaten Pasuruan, namun di daerah saat ini masih terdampak kekurangan air bersih.

“Sehingga saat ini meskipun sudah masuk awal musim hujan dan dengan imbas dari La Nina, namun pengiriman air bersih masih berlanjut ke daerah kekeringan,” terangnya.

Tecto mengatakan, membutuhkan waktu sampai sumber mata air terbentuk. Diprediksi, hal itu baru terjadi pertengahan sampai akhir November ini.

“Untuk saat ini masih tetap rutin dikirim ke 23 Desa. Namun memang ada beberapa titik yang durasi pengiriman air berkurang. Tapi rata-rata masih 1-2 tangki per harinya (5-10 ribu liter),” terangnya. (eka/mie)

PASURUAN, Radar Bromo – Sudah seminggu ini hujan rutin mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan. Meski begitu, sejumlah daerah masih alami krisis air bersih.

Diprediksi sumber air baru terbentuk pertengahan November. Bila kebutuhan air bersih sudah terpenuhi, pengiriman air bersih pun mulai bertahap dihentikan.

Kepala Desa Jeladri, Kecamatan Winongan Muhamad Nurtinggal mengatakan, meski hujan sudah rutin turun di Kabupaten Pasuruan termasuk Winongan, namun kondisi sumber air dikatakan masih kering. Sehingga kebutuhan air tetap tinggi.

“Meskipun sudah turun air hujan, tapi sumber masih kering. Jadi warga 4 dusun disini (Jeladri) tetap membutuhkan pengiriman air bersih,” terang M Nurtinggal.

Nurtinggal mengatakan, memang butuh waktu dari awal musim hujan sehingga sumber air kembali ada. Baru jika hujan sudah rutin turun dari pagi hingga malam hari, biasanya sumber air sudah terbentuk kembali.

Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Tectona Jati membenarkan, meski hujan sudah rutin turun bahkan sampai menyebabkan banjir di Kabupaten Pasuruan, namun di daerah saat ini masih terdampak kekurangan air bersih.

“Sehingga saat ini meskipun sudah masuk awal musim hujan dan dengan imbas dari La Nina, namun pengiriman air bersih masih berlanjut ke daerah kekeringan,” terangnya.

Tecto mengatakan, membutuhkan waktu sampai sumber mata air terbentuk. Diprediksi, hal itu baru terjadi pertengahan sampai akhir November ini.

“Untuk saat ini masih tetap rutin dikirim ke 23 Desa. Namun memang ada beberapa titik yang durasi pengiriman air berkurang. Tapi rata-rata masih 1-2 tangki per harinya (5-10 ribu liter),” terangnya. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/