alexametrics
29C
Probolinggo
Tuesday, 26 January 2021

Anggaran Minim, Sulit Kontrak GTT di Kota Pasuruan

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Jumlah guru tidak tetap (GTT) di Kota Pasuruan masih cukup banyak. Namun, mereka hanya berstatus honorer. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) setempat menyebut, pengangkatan GTT sebagai tenaga kontrak sulit dilakukan. Sebab, butuh anggaran tidak sedikit.

Kepala Dinas P dan K Kota Pasuruan, Muallif Arif mengungkapkan, jumlah GTT di lembaga negeri di Kota Pasuruan sebanyak 261 orang. Saat ini mereka berstatus sebagai tenaga honorer yang diberi insentif Rp 1 juta setiap bulannya. Pemberian insentif ini selalu dilakukan di akhir bulan.

Besaran insentif yang diberikan memang masih jauh dari nilai upah minimum kota (UMK) Kota Pasuruan tahun ini yang mencapai Rp 2,5 juta. Namun, pihaknya memastikan bahwa kesejahteraan GTT selalu mendapatkan atensi khusus. Dan kenaikan insentif selalu diupayakan oleh P dan K setiap tahun.

“GTT di Kota Pasuruan seluruhnya masih berstatus honorer. Mereka diberi insentif di akhir bulan. Sebab sistem pemberian honor bagi GTT itu kerja dulu, baru dapat upah. Saat ini memang masih jauh dari nilai UMK. Namun ini sesuai dengan kemampuan anggaran pemkot,” ungkapnya.

Ayik-sapaan akrabnya menjelaskan, keinginan P dan K untuk mengangkat GTT sebagai tenaga kontrak dengan SK memang ada. Namun, hal ini sulit direalisasikan.

Sebab jika GTT menjadi tenaga kontrak maka mereka harus diberi upah sesuai UMK Kota Pasuruan. Untuk mewujudkannya, Pemkot membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Dinas P dan K sendiri berharap agar kesejahteraan GTT tidak hanya jadi perhatian pemda setempat, namun juga pusat. Sebab pemda sendiri memiliki anggaran yang terbatas untuk mewujudkannya. Di sisi lain, GTT perlu diperhatikan karena mereka memiliki peran sentral dalam kemajuan pendidikan di Indonesia.

“Anggaran yang dimiliki pemda terbatas. Jadi sulit untuk mengangkat GTT sebagai tenaga kontrak. Untuk pemberian insentif setiap tahun juga perlu memperhatikan kekuatan anggaran. Ya, seharusnya pusat juga ikut membantu,” sebut Ayik. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU