alexametrics
24.3 C
Probolinggo
Monday, 8 August 2022

Sasar Retribusi Mikro Bus untuk Maksimalkan Potensi Terminal Wisata

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Retribusi yang didapatkan dari Terminal Wisata bisa semakin besar. Dinas Perhubungan (Dishub) berencana menarik retribusi bagi mikro bus yang membawa rombongan peziarah. Saat ini, Dishub masih melakukan observasi.

Kabid Lalu Lintas (Lalin) Dishub Kota Pasuruan, Andriyanto mengungkapkan, pihaknya berniat memaksimalkan potensi di Terminal Wisata. Salah satunya dari mikro bus peziarah. Sebab tidak semua peziarah menggunakan bus.

Sementara itu, mikro bus yang membawa peziarah yang datang ke Kota Pasuruan cukup banyak. Saat akhir pekan, mikro bus peziarah ini jumlahnya bisa dua kali lipat dari bus yang datang. Yaitu berkisar 10 hingga 20 kendaraan.

Namun, Dishub masih melakukan observasi atau mengecek ke lapangan dahulu terkait fakta mikro bus ini. Sebab, ada informasi jika mikro bus peziarah tidak datang setiap hari. Tapi terkadang ada hari di mana tidak ada elf sama sekali.

“Observasi soal ini sudah kami lakukan selama sebulan ini. Kami ingin memastikan mikro bus ini berapa potensinya. Berapa elf yang datang setiap harinya,” ungkapnya.

Andri menjelaskan sebagai tahap awal dari rencana ini, pihaknya sudah menyiapkan tarif untuk retribusi mikro bus. Rencananya setiap mikro bus ini akan ditarik Rp 3.000. Saat ini mereka belum ditarik retribusi. Saat penarikan dimulai, mereka akan diarahkan masuk ke terminal wisata.

“Saat ini mikro bus peziarah ini parkirnya di sisi barat Alun-alun Kota Pasuruan. Kalau sudah ditarik retribusi ya kami akan arahkan masuk Terminal Wisata,” jelas Andri. (riz/fun)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Retribusi yang didapatkan dari Terminal Wisata bisa semakin besar. Dinas Perhubungan (Dishub) berencana menarik retribusi bagi mikro bus yang membawa rombongan peziarah. Saat ini, Dishub masih melakukan observasi.

Kabid Lalu Lintas (Lalin) Dishub Kota Pasuruan, Andriyanto mengungkapkan, pihaknya berniat memaksimalkan potensi di Terminal Wisata. Salah satunya dari mikro bus peziarah. Sebab tidak semua peziarah menggunakan bus.

Sementara itu, mikro bus yang membawa peziarah yang datang ke Kota Pasuruan cukup banyak. Saat akhir pekan, mikro bus peziarah ini jumlahnya bisa dua kali lipat dari bus yang datang. Yaitu berkisar 10 hingga 20 kendaraan.

Namun, Dishub masih melakukan observasi atau mengecek ke lapangan dahulu terkait fakta mikro bus ini. Sebab, ada informasi jika mikro bus peziarah tidak datang setiap hari. Tapi terkadang ada hari di mana tidak ada elf sama sekali.

“Observasi soal ini sudah kami lakukan selama sebulan ini. Kami ingin memastikan mikro bus ini berapa potensinya. Berapa elf yang datang setiap harinya,” ungkapnya.

Andri menjelaskan sebagai tahap awal dari rencana ini, pihaknya sudah menyiapkan tarif untuk retribusi mikro bus. Rencananya setiap mikro bus ini akan ditarik Rp 3.000. Saat ini mereka belum ditarik retribusi. Saat penarikan dimulai, mereka akan diarahkan masuk ke terminal wisata.

“Saat ini mikro bus peziarah ini parkirnya di sisi barat Alun-alun Kota Pasuruan. Kalau sudah ditarik retribusi ya kami akan arahkan masuk Terminal Wisata,” jelas Andri. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/