alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Selama Dua Tahun Pos Pantau Terima 8 Laporan soal Parkir

GADINGREJO, Radar Bromo – Tidak banyak masyarakat Kota Pasuruan yang melapor ke Pos Pantau Parkir di sisi barat alun-alun. Sejak didirikan pada 2019, Dinas Perhubungan (Dishub) hanya menerima delapan laporan. Rata-rata mereka menanyakan soal karcis parkir.

Kabid Lalulintas Dishub Kota Pasuruan, Andriyanto mengungkapkan, selama dua tahun ini hanya ada delapan kali laporan yang diterima. Sebab masyarakat menilai jika parkir yang ada saat ini sudah cukup baik. Namun ternyata masih ada yang tidak tahu jika parkir tepi jalan umum dihapus.

“Ada masyarakat yang datang ke pos pantau dan menanyakan soal karcis kok tidak ada. Padahal sejak 2019, parkir tepi jalan umum dihapus dan hanya parkir berlangganan saja,” ungkapnya.

Pihaknya sempat menanyakan soal penarikan parkir oleh juru parkir (jukir) pada pengguna parkir. Mayoritas mereka mengaku tidak keberatan, bahkan tanpa diminta mereka sendiri secara sadar memberikan uang sebagai ucapan terima kasih karena kendaraan mereka sudah dijaga.

Dishub selama ini kerap bekerja sama dengan Satlantas Polres Pasuruan Kota agar jukir semakin baik. Mulai dari sosialisasi soal tugas dan fungsi jukir hingga hal yang tidak boleh dilakukan oleh jukir. Sebenarnya jukir tidak diperkenankan menerima uang dari parkir tepi jalan.

“Masyarakat hanya perlu membayar parkir berlangganan setahun sekali di Samsat. Cuma rata-rata masyarakat bilang mereka sukarela karena kendaraan sudah dijaga saat ditinggal belanja,”sebut Andri. (riz/fun)

GADINGREJO, Radar Bromo – Tidak banyak masyarakat Kota Pasuruan yang melapor ke Pos Pantau Parkir di sisi barat alun-alun. Sejak didirikan pada 2019, Dinas Perhubungan (Dishub) hanya menerima delapan laporan. Rata-rata mereka menanyakan soal karcis parkir.

Kabid Lalulintas Dishub Kota Pasuruan, Andriyanto mengungkapkan, selama dua tahun ini hanya ada delapan kali laporan yang diterima. Sebab masyarakat menilai jika parkir yang ada saat ini sudah cukup baik. Namun ternyata masih ada yang tidak tahu jika parkir tepi jalan umum dihapus.

“Ada masyarakat yang datang ke pos pantau dan menanyakan soal karcis kok tidak ada. Padahal sejak 2019, parkir tepi jalan umum dihapus dan hanya parkir berlangganan saja,” ungkapnya.

Pihaknya sempat menanyakan soal penarikan parkir oleh juru parkir (jukir) pada pengguna parkir. Mayoritas mereka mengaku tidak keberatan, bahkan tanpa diminta mereka sendiri secara sadar memberikan uang sebagai ucapan terima kasih karena kendaraan mereka sudah dijaga.

Dishub selama ini kerap bekerja sama dengan Satlantas Polres Pasuruan Kota agar jukir semakin baik. Mulai dari sosialisasi soal tugas dan fungsi jukir hingga hal yang tidak boleh dilakukan oleh jukir. Sebenarnya jukir tidak diperkenankan menerima uang dari parkir tepi jalan.

“Masyarakat hanya perlu membayar parkir berlangganan setahun sekali di Samsat. Cuma rata-rata masyarakat bilang mereka sukarela karena kendaraan sudah dijaga saat ditinggal belanja,”sebut Andri. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/