alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Baru Dicat, Gedung Mal Pelayanan Publik Sudah Kusam dan Lumutan

PASURUAN, Radar Bromo – Mal Pelayanan Publik (MPP) menjadi sorotan DPRD. Gedung yang menempati bekas Mal Poncol itu dianggap sudah kusam. Padahal, perbaikan baru dilakukan dan proyek belum diserahkan. Disperindag menyatakan perawatan gedung itu masih menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana.

Legislator DPRD Kota Pasuruan dari Partai Gerindra Soemarjono menyatakan kecewa dengan kondisi gedung MPP itu. Posisinya di Jalan Wahchid Hasyim. Wajah gedung yang sudah kusam terlihat jelas. Padahal, baru sekitar 3 bulan gedung megah itu direnovasi dari Mal Poncol ke Mal Pelayanan Publik.

Lapisan cat di beberapa bagian mengelupas. Ada juga sudut bangunan yang sudah ditumbuhi lumut. Padahal, renovasi gedung itu terbilang masih anyar. Baru rampung akhir 2021. Pemkot Pasuruan saat itu menghabiskan biaya sekitar Rp 1,4 miliar untuk menyiapkan gedung tersebut.

”Perangkat daerah terkait mestinya segera tanggap. Kondisi ini mempihatinkan. Segera panggil pelaksana proyek,” ungkap Soemarjono.

Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan itu menegaskan, kondisi gedung MPP saat ini merupakan indikasi bahwa kualitas pekerjaan buruk. Seharusnya, perangkat daerah tanggap jika mendapati kondisi semacam itu.

Pelaksanaan proyek itu perlu ditinjau. Misalnya, spesifikasi bahan yang digunakan. Sudah sesuai dengan kontrak pekerjaan yang diteken dengan pemerintah atau tidak. Sebab, renovasi gedung itu menggunakan uang rakyat.

”Biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Tapi, sayang sekali belum lama kondisinya sudah seperti ini,” tuturnya.

PASURUAN, Radar Bromo – Mal Pelayanan Publik (MPP) menjadi sorotan DPRD. Gedung yang menempati bekas Mal Poncol itu dianggap sudah kusam. Padahal, perbaikan baru dilakukan dan proyek belum diserahkan. Disperindag menyatakan perawatan gedung itu masih menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana.

Legislator DPRD Kota Pasuruan dari Partai Gerindra Soemarjono menyatakan kecewa dengan kondisi gedung MPP itu. Posisinya di Jalan Wahchid Hasyim. Wajah gedung yang sudah kusam terlihat jelas. Padahal, baru sekitar 3 bulan gedung megah itu direnovasi dari Mal Poncol ke Mal Pelayanan Publik.

Lapisan cat di beberapa bagian mengelupas. Ada juga sudut bangunan yang sudah ditumbuhi lumut. Padahal, renovasi gedung itu terbilang masih anyar. Baru rampung akhir 2021. Pemkot Pasuruan saat itu menghabiskan biaya sekitar Rp 1,4 miliar untuk menyiapkan gedung tersebut.

”Perangkat daerah terkait mestinya segera tanggap. Kondisi ini mempihatinkan. Segera panggil pelaksana proyek,” ungkap Soemarjono.

Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan itu menegaskan, kondisi gedung MPP saat ini merupakan indikasi bahwa kualitas pekerjaan buruk. Seharusnya, perangkat daerah tanggap jika mendapati kondisi semacam itu.

Pelaksanaan proyek itu perlu ditinjau. Misalnya, spesifikasi bahan yang digunakan. Sudah sesuai dengan kontrak pekerjaan yang diteken dengan pemerintah atau tidak. Sebab, renovasi gedung itu menggunakan uang rakyat.

”Biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Tapi, sayang sekali belum lama kondisinya sudah seperti ini,” tuturnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/