alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Terutama di Perairan

PURWOREJO, Radar Bromo – Masyarakat Kota Pasuruan harus berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah selama sepekan ke depan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut ada potensi cuaca ekstrem yang bisa melanda daratan dan perairan.

Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana pada BPBD Kota Pasuruan, Catur Aldoko mengungkapkan, beberapa hari terakhir ada fenomena gelombang Kelvin dan Rossby. Hal ini memicu peningkatan pada awan hujan. Selain itu, ada dua bibit siklon tropis yang berhembus di barat daya Sumatra dan Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur.

“Pengamatan dari badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG), dua bibit siklon tropis ini bergerak menjauhi Indonesia. Secara tidak langsung bisa berkontribusi pada pertumbuhan awan hujan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, bibit siklon tropis ini juga berdampak pada peningkatan gelombang di perairan. Karena itu, masyarakat Kota Pasuruan harus waspada pada kemuningkanan terjadinya banjir, angin kencang dan petir. Ini diperkirakan terjadi selama sepekan ke depan.

Untuk itu, BPBD meminta agar masyarakat sebisa mungkin mengurangi intensitas kegiatan di luar rumah kalau tidak penting. “Termasuk nelayan harus waspada pada tinggi gelombang. Kalau cuaca di perairan ekstrem lebih baik tidak dipaksakan. Karena bisa membahayakan keselamatan jiwa. Minimal selama sepekan ke depan,” sebut Catur. (riz/fun)

PURWOREJO, Radar Bromo – Masyarakat Kota Pasuruan harus berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah selama sepekan ke depan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut ada potensi cuaca ekstrem yang bisa melanda daratan dan perairan.

Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana pada BPBD Kota Pasuruan, Catur Aldoko mengungkapkan, beberapa hari terakhir ada fenomena gelombang Kelvin dan Rossby. Hal ini memicu peningkatan pada awan hujan. Selain itu, ada dua bibit siklon tropis yang berhembus di barat daya Sumatra dan Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur.

“Pengamatan dari badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG), dua bibit siklon tropis ini bergerak menjauhi Indonesia. Secara tidak langsung bisa berkontribusi pada pertumbuhan awan hujan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, bibit siklon tropis ini juga berdampak pada peningkatan gelombang di perairan. Karena itu, masyarakat Kota Pasuruan harus waspada pada kemuningkanan terjadinya banjir, angin kencang dan petir. Ini diperkirakan terjadi selama sepekan ke depan.

Untuk itu, BPBD meminta agar masyarakat sebisa mungkin mengurangi intensitas kegiatan di luar rumah kalau tidak penting. “Termasuk nelayan harus waspada pada tinggi gelombang. Kalau cuaca di perairan ekstrem lebih baik tidak dipaksakan. Karena bisa membahayakan keselamatan jiwa. Minimal selama sepekan ke depan,” sebut Catur. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/