alexametrics
30.6 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

BPS: Ekonomi Kota Pasuruan Tumbuh 3,64 Persen

Apalagi, bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomo pada 2020 lalu yang justru minus 4,33 persen. Bahkan, menurut data BPS, kondisi perekonomian Kota Pasuruan masih di atas pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang sebesar 3,57 persen. Namun masih di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 3,69 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Kota Pasuruan menempati urutan ke 15 dari 38 kabupaten dan kota yang ada di Jawa Timur,” kata Wati.

Menurutnya, ada beberapa kontributor terbesar perekonomian Kota Pasuruan dari sisi lapangan usaha. Antara lain seperti perdagangan, industri pengolahan, informasi dan komunikasi, jasa keuangan, serta transportasi. Hal itu juga dikarenakan mulai meningkatnya mobilitas masyarakat dibandingkan 2020 lalu. Kemudian juga semakin berkembangnya bisnis start up serta e-commerce.

“Di sisi lain juga terjadi peningkatan konsumsi rumah tangga seiring dengan adanya pelonggaran aktivitas masyarakat. Ada penguatan daya beli sebagai dampak dari pulihnya berbagai sektor usaha. Sehingga juga mulai berdampak pada penyerapan tenaga kerja,” kata Wati. (tom/fun)

Apalagi, bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomo pada 2020 lalu yang justru minus 4,33 persen. Bahkan, menurut data BPS, kondisi perekonomian Kota Pasuruan masih di atas pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang sebesar 3,57 persen. Namun masih di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 3,69 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Kota Pasuruan menempati urutan ke 15 dari 38 kabupaten dan kota yang ada di Jawa Timur,” kata Wati.

Menurutnya, ada beberapa kontributor terbesar perekonomian Kota Pasuruan dari sisi lapangan usaha. Antara lain seperti perdagangan, industri pengolahan, informasi dan komunikasi, jasa keuangan, serta transportasi. Hal itu juga dikarenakan mulai meningkatnya mobilitas masyarakat dibandingkan 2020 lalu. Kemudian juga semakin berkembangnya bisnis start up serta e-commerce.

“Di sisi lain juga terjadi peningkatan konsumsi rumah tangga seiring dengan adanya pelonggaran aktivitas masyarakat. Ada penguatan daya beli sebagai dampak dari pulihnya berbagai sektor usaha. Sehingga juga mulai berdampak pada penyerapan tenaga kerja,” kata Wati. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/