alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

BPS: Ekonomi Kota Pasuruan Tumbuh 3,64 Persen

PASURUAN, Radar Bromo – Sejumlah kebijakan pemerintah selama pandemi Covid-19 dinilai berhasil. Terbukti, pada 2021 lalu, ekonomi Kota Pasuruan mulai tumbuh. Pertumbuhan ekonomi di kota santri ini cukup signifikan. Terlebih setelah sempat minus pada tahun pertama pandemi.

Kepala BPS Kota Pasuruan Sri Kadarwati mengungkapkan, penanganan kasus Covid-19 memang menjadi pemicu utama pertumbuhan ekonomi. Semakin terkendali kasus covid-19 di daerah, maka kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) juga lebih longgar.

“Mobilitas penduduk merupakan kunci pengungkit aktivitas ekonomi selama pandemi,” kata Wati –sapaan Sri Kadarwati dalam konferensi pers Indikator Makro Sosial Ekonomi Kota Pasuruan, Jumat (4/3).

Dia membeberkan sejumlah sektor yang menunjang mobilitas masyarakat. Antara lain perdagangan, rekreasi, tempat belanja, taman, perkantoran dan fasilitas umum lain. Meski Wati juga mengakui, sebagian sektor seperti taman dan tempat wisata masih terdapat beberapa ketentuan pembatasan.

Kebijakan pemulihan ekonomi, kata Wati, juga turut mendongkrak tumbuhnya ekonomi Kota Pasuruan setahun terakhir. Ia mencontohkan bagaimana upaya pemerintah me-refocusing anggaran daerah demi meningkatkan belanja kesehatan. Termasuk juga digelontorkannya stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Sedangkan kebijakan perbankan seperti relaksasi persyaratan kredit atau pembiayaan modal UMKM juga turut mendukung pemulihan ekonomi,” katanya.

Karena itu, perekonomian Kota Pasuruan menunjukkan pergerakan yang cukup positif. Wati menyebut pada tahun kedua pandemi covid-19, ekonomi kota dengan empat kecamatan ini tumbuh sebesar 3,64 persen. Pertumbuhan ekonomi tersebut sudah cukup baik. Meski belum bisa menyamai pertumbuhan ekonomi pada tahun-tahun sebelum pandemi yang menyentuh rata-rata 5 persen.

PASURUAN, Radar Bromo – Sejumlah kebijakan pemerintah selama pandemi Covid-19 dinilai berhasil. Terbukti, pada 2021 lalu, ekonomi Kota Pasuruan mulai tumbuh. Pertumbuhan ekonomi di kota santri ini cukup signifikan. Terlebih setelah sempat minus pada tahun pertama pandemi.

Kepala BPS Kota Pasuruan Sri Kadarwati mengungkapkan, penanganan kasus Covid-19 memang menjadi pemicu utama pertumbuhan ekonomi. Semakin terkendali kasus covid-19 di daerah, maka kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) juga lebih longgar.

“Mobilitas penduduk merupakan kunci pengungkit aktivitas ekonomi selama pandemi,” kata Wati –sapaan Sri Kadarwati dalam konferensi pers Indikator Makro Sosial Ekonomi Kota Pasuruan, Jumat (4/3).

Dia membeberkan sejumlah sektor yang menunjang mobilitas masyarakat. Antara lain perdagangan, rekreasi, tempat belanja, taman, perkantoran dan fasilitas umum lain. Meski Wati juga mengakui, sebagian sektor seperti taman dan tempat wisata masih terdapat beberapa ketentuan pembatasan.

Kebijakan pemulihan ekonomi, kata Wati, juga turut mendongkrak tumbuhnya ekonomi Kota Pasuruan setahun terakhir. Ia mencontohkan bagaimana upaya pemerintah me-refocusing anggaran daerah demi meningkatkan belanja kesehatan. Termasuk juga digelontorkannya stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Sedangkan kebijakan perbankan seperti relaksasi persyaratan kredit atau pembiayaan modal UMKM juga turut mendukung pemulihan ekonomi,” katanya.

Karena itu, perekonomian Kota Pasuruan menunjukkan pergerakan yang cukup positif. Wati menyebut pada tahun kedua pandemi covid-19, ekonomi kota dengan empat kecamatan ini tumbuh sebesar 3,64 persen. Pertumbuhan ekonomi tersebut sudah cukup baik. Meski belum bisa menyamai pertumbuhan ekonomi pada tahun-tahun sebelum pandemi yang menyentuh rata-rata 5 persen.

MOST READ

BERITA TERBARU

/