alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Saturday, 28 May 2022

Tujuh Sekolah di Kota Pasuruan Dapat Prioritas Rehab Tahun Ini

PASURUAN, Radar Bromo – Ambruknya sejumlah ruang SDN Gentong beberapa waktu lalu, jadi tamparan bagi dunia pendidikan di Kota Pasuruan. Agar hal serupa tak terulang, pemkot setempat terus mendata kondisi bangunan sekolah di wilayahnya.

Bangunan sekolah yang sudah terbilang lapuk segera diusulkan perbaikan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Mualif Arif menerangkan, pendataan gedung sekolah itu dilakukan setiap tahun.

Dengan begitu, pihaknya bisa memetakan kondisi gedung sekolah sesuai dengan tingkat kerusakannya. “Melalui pendataan itu juga sekaligus dipetakan kerusakan berat, sedang, atau ringan,” kata Ayik –sapaan akrab Mualif Arif-.

Kondisi gedung sekolah yang sudah mengalami kerusakan berat, menjadi prioritas untuk diusulkan perbaikan atau rehabilitasi. Sejauh ini, gedung sekolah yang terbilang rusak berat tak begitu banyak. “Dari data yang kami kumpulkan, ada tujuh sekolah yang perlu diperbaiki gedungnya,” katanya.

Dia menjelaskan, perbaikan ruang kelas perlu dilakukan di SDN Panggungrejo, SDN Trajeng 2, SDN Bangilan, dan SDN Mandaranrejo II. Sedangkan di SDN Sebani dan SDN Bugul Lor perlu perbaikan ruang belajar maupun ruang guru.

“Jadi, untuk tujuh sekolah ini sudah kami usulkan supaya bisa dilakukan rehab pada tahun 2021. Kami harap bisa terealisasi mengingat kondisinya yang memang sudah sangat diperlukan rehab,” terangnya. (tom/mie)

PASURUAN, Radar Bromo – Ambruknya sejumlah ruang SDN Gentong beberapa waktu lalu, jadi tamparan bagi dunia pendidikan di Kota Pasuruan. Agar hal serupa tak terulang, pemkot setempat terus mendata kondisi bangunan sekolah di wilayahnya.

Bangunan sekolah yang sudah terbilang lapuk segera diusulkan perbaikan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Mualif Arif menerangkan, pendataan gedung sekolah itu dilakukan setiap tahun.

Dengan begitu, pihaknya bisa memetakan kondisi gedung sekolah sesuai dengan tingkat kerusakannya. “Melalui pendataan itu juga sekaligus dipetakan kerusakan berat, sedang, atau ringan,” kata Ayik –sapaan akrab Mualif Arif-.

Kondisi gedung sekolah yang sudah mengalami kerusakan berat, menjadi prioritas untuk diusulkan perbaikan atau rehabilitasi. Sejauh ini, gedung sekolah yang terbilang rusak berat tak begitu banyak. “Dari data yang kami kumpulkan, ada tujuh sekolah yang perlu diperbaiki gedungnya,” katanya.

Dia menjelaskan, perbaikan ruang kelas perlu dilakukan di SDN Panggungrejo, SDN Trajeng 2, SDN Bangilan, dan SDN Mandaranrejo II. Sedangkan di SDN Sebani dan SDN Bugul Lor perlu perbaikan ruang belajar maupun ruang guru.

“Jadi, untuk tujuh sekolah ini sudah kami usulkan supaya bisa dilakukan rehab pada tahun 2021. Kami harap bisa terealisasi mengingat kondisinya yang memang sudah sangat diperlukan rehab,” terangnya. (tom/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/