alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Terkendala Hujan–Angin, Panen Durian di Pasuruan Kurang Maksimal

PASREPAN, Radar Bromo – Sejumlah petani durian di Kabupaten Pasuruan kini tengah gundah. Sebab, panen yang didapat di awal tahun ini kurang maksimal.

Dari sejumlah pohon yang ditanam, buahnya cukup sedikit. Hal itu seperti yang disampaikan Fathul, 30, perani durian asal Desa Tempuran, Kecamatan Pasrepan. “Musimnya kurang bersahabat. Banyak (pohon) yang tidak berbuah punya saya,” katanya.

Menurutnya, hujan yang dibarengi angin mengakibatkan bunga dari pohon durian rontok. Padahal, bunga itu nantinya bakal menjadi buah. Karena rontok itu, menjadikan pohon durian tidak berbuah.

Belum lagi, ada yang menyemi. Hal itu juga mengakibatkan pohon tidak berbuah. “Jadi banyak yang rusak intinya. Biasanya, gini ini sudah banyak. Tapi, karena musim yang kurang bersahabat, ya mau bagaimana lagi?” akunya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Munawir, 25, petani durian asal Desa Petung. Dua musim durian ini, ia tidak memanen buahnya. Hanya sedikit saja yang bisa dipetik untuk dijual. “Faktor alam. Banyak yang tidak berbuah pohon durian saya,” katanya.

Karena itu, pada musim kali ini ia hanya menjualkan punya orang. Itu pun jika ada yang untung. “Ya, ambil bayaran dari orang. Karena pohon durian saya tidak berbuah,” tandasnya. (sid/mie)

PASREPAN, Radar Bromo – Sejumlah petani durian di Kabupaten Pasuruan kini tengah gundah. Sebab, panen yang didapat di awal tahun ini kurang maksimal.

Dari sejumlah pohon yang ditanam, buahnya cukup sedikit. Hal itu seperti yang disampaikan Fathul, 30, perani durian asal Desa Tempuran, Kecamatan Pasrepan. “Musimnya kurang bersahabat. Banyak (pohon) yang tidak berbuah punya saya,” katanya.

Menurutnya, hujan yang dibarengi angin mengakibatkan bunga dari pohon durian rontok. Padahal, bunga itu nantinya bakal menjadi buah. Karena rontok itu, menjadikan pohon durian tidak berbuah.

Belum lagi, ada yang menyemi. Hal itu juga mengakibatkan pohon tidak berbuah. “Jadi banyak yang rusak intinya. Biasanya, gini ini sudah banyak. Tapi, karena musim yang kurang bersahabat, ya mau bagaimana lagi?” akunya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Munawir, 25, petani durian asal Desa Petung. Dua musim durian ini, ia tidak memanen buahnya. Hanya sedikit saja yang bisa dipetik untuk dijual. “Faktor alam. Banyak yang tidak berbuah pohon durian saya,” katanya.

Karena itu, pada musim kali ini ia hanya menjualkan punya orang. Itu pun jika ada yang untung. “Ya, ambil bayaran dari orang. Karena pohon durian saya tidak berbuah,” tandasnya. (sid/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/