alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Empat Personel Pusdalops Kesetrum saat Selamatkan Korban Banjir

PASURUAN, Radar Bromo – Bencana banjir yang terjadi di Kota Pasuruan tidak hanya membuat susah warga. Banjir yang mulai terjadi Rabu dini hari, membuat Sofyan Ludfi, 35, harus dilarikan ke rumah sakit. Personel Pusat Pengendalian Operasional dan Tim Reaksi Cepat (Pusdalops dan TRC) ini tersetrum saat menjalankan tugasnya dalam mengevakuasi warga terdampak banjir. Syukur nyawanya berhasil diselamatkan, namun ia sempat tidak sadarkan diri selama satu jam.

Peristiwa ini diketahui terjadi sekitar pukul 01.00. Dini hari itu, banjir yang melanda permukiman warga sempat surut. Sofyan Ludfi bersama personel Pusdalops dan TRC pun lantas beristirahat dan memilih membeli makan di sekitar Alun-alun Pasuruan. Usai makan, mereka menerima laporan jika air kembali naik di permukiman warga di Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul.

Sofyan bersama personel Pusdalops dan TRC lainnya langsung menuju lokasi tersebut. Sofyan mendapatkan info jika ada seorang lanjut usia (lansia) tengah terjebak di dalam rumah. Sofyan bersama Muhammad Zakaria, 32; Ahmad Faisal, 33; dan Dandi, 36, langsung menuju lokasi yang dimaksud. Mereka melihat ada wanita renta tengah duduk di atas meja menghindari air yang terus naik.

“Kali Petung sempat turun sekitar pukul 01.00. Ternyata kiriman air dari atas kembali deras, sehingga Kali Petung kembali meluap. Kebetulan empat rekan dari Pusdalops ini mengetahui ada warga yang rentan langsung lakukan evakuasi,” ungkap Kalaksa BPBD Kota Pasuruan Samsul Hadi.

Samsul menjelaskan, keempatnya langsung menurunkan wanita renta dan membantunya menaiki perahu untuk dievakuasi. Nah, saat hendak mendorong perahu keluar, tiba-tiba keempatnya tersengat listrik. Zakaria, Faisal, dan Dandi langsung mundur saat kaki mereka terasa tersentrum. Sementara, Sofyan langsung pingsan di lokasi usai tersetrum. Ia pun dilarikan ke IGD RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan.

Sofyan ini sempat tidak sadarkan diri selama satu jam. Usai menerima perawatan dari pihak RSUD, ia pun siuman. Tak lama ia diperbolehkan pulang untuk beristirahat di rumah. Sementara tiga rekannya yang lain langsung kembali berjibaku menangani banjir karena memamg tidak apa-apa. Diduga sengatan listrik ini berasal dari stop kontak, mengingat listrik tetap menyala saat air kembali tinggi.

“Usai kejadian ini, kami langsung koordinasi dengan PLN agar listrik setempat dimatikan supaya lebih aman. Sofyan sebenarnya meminta agar bisa bertugas, sebab dia sudah siuman. Cuma kami minta dia beristirahat di rumah dulu,” sebut Samsul. (riz/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Bencana banjir yang terjadi di Kota Pasuruan tidak hanya membuat susah warga. Banjir yang mulai terjadi Rabu dini hari, membuat Sofyan Ludfi, 35, harus dilarikan ke rumah sakit. Personel Pusat Pengendalian Operasional dan Tim Reaksi Cepat (Pusdalops dan TRC) ini tersetrum saat menjalankan tugasnya dalam mengevakuasi warga terdampak banjir. Syukur nyawanya berhasil diselamatkan, namun ia sempat tidak sadarkan diri selama satu jam.

Peristiwa ini diketahui terjadi sekitar pukul 01.00. Dini hari itu, banjir yang melanda permukiman warga sempat surut. Sofyan Ludfi bersama personel Pusdalops dan TRC pun lantas beristirahat dan memilih membeli makan di sekitar Alun-alun Pasuruan. Usai makan, mereka menerima laporan jika air kembali naik di permukiman warga di Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul.

Sofyan bersama personel Pusdalops dan TRC lainnya langsung menuju lokasi tersebut. Sofyan mendapatkan info jika ada seorang lanjut usia (lansia) tengah terjebak di dalam rumah. Sofyan bersama Muhammad Zakaria, 32; Ahmad Faisal, 33; dan Dandi, 36, langsung menuju lokasi yang dimaksud. Mereka melihat ada wanita renta tengah duduk di atas meja menghindari air yang terus naik.

“Kali Petung sempat turun sekitar pukul 01.00. Ternyata kiriman air dari atas kembali deras, sehingga Kali Petung kembali meluap. Kebetulan empat rekan dari Pusdalops ini mengetahui ada warga yang rentan langsung lakukan evakuasi,” ungkap Kalaksa BPBD Kota Pasuruan Samsul Hadi.

Samsul menjelaskan, keempatnya langsung menurunkan wanita renta dan membantunya menaiki perahu untuk dievakuasi. Nah, saat hendak mendorong perahu keluar, tiba-tiba keempatnya tersengat listrik. Zakaria, Faisal, dan Dandi langsung mundur saat kaki mereka terasa tersentrum. Sementara, Sofyan langsung pingsan di lokasi usai tersetrum. Ia pun dilarikan ke IGD RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan.

Sofyan ini sempat tidak sadarkan diri selama satu jam. Usai menerima perawatan dari pihak RSUD, ia pun siuman. Tak lama ia diperbolehkan pulang untuk beristirahat di rumah. Sementara tiga rekannya yang lain langsung kembali berjibaku menangani banjir karena memamg tidak apa-apa. Diduga sengatan listrik ini berasal dari stop kontak, mengingat listrik tetap menyala saat air kembali tinggi.

“Usai kejadian ini, kami langsung koordinasi dengan PLN agar listrik setempat dimatikan supaya lebih aman. Sofyan sebenarnya meminta agar bisa bertugas, sebab dia sudah siuman. Cuma kami minta dia beristirahat di rumah dulu,” sebut Samsul. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/