317 Keluarga Penerima Bantuan di Kota Pasuruan Terkendala KKS

PURWOREJO, Radar Bromo – Penyaluran Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) untuk bulan November di Kota Pasuruan, terlambat. Pencairan dananya dari Pemerintah Pusat lebih lama dari jadwal.

Sebelumnya, penyaluran bantuan digelar serentak di awal bulan. Sebab, dana dipastikan cair setiap tanggal 10. Namun, bulan kemarin anggarannya baru cair pada pertengahan bulan.

“Setelah kami sampling ke masing-masing agen atau e-Warung, baru diketahui dana cair pertengahan November,” ujar Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pasuruan Hery Dwi Sujatmiko.

Menurutnya, setelah dananya dipastikan cair, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk penyalurannya. Dana bantuan itu sendiri disalurkan serentak di seluruh e-Warung selama empat hari, mulai 21-24 November. “Realisasinya sebesar 7.310 yang sudah tersalur dari 7.778 KPM di Kota Pasuruan,” ujar Hery.

Dengan begitu, persentase penyaluran BPNT kali ini mencapai 93,96 persen. Hery menyebut, masih ada 468 KPM yang bantuannya belum tersalurkan. Permasalahan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) menjadi faktor terbanyak yang dijumpai di lapangan. “Untuk KKS bermasalah ada 317 KPM,” ujarnya.

Hery meminta ratusan KPM tersebut tak khawatir. Sebab, dana bantuannya tidak akan hangus. Melainkan masih bisa dibelanjakan jika permasalahan KKS-nya sudah selesai. Selain itu, 57 KPM lainnya justru belum membelanjakan bantuannya.

Selebihnya, tidak tersalurnya bantuan dikarenakan KPM sudah meninggal dunia, tergolong mampu, atau pindah domisili. Setiap KPM dapat mencairkan bantuan berupa bahan pokok beras dan telur ayam melalui e-Warung. Setiap bulan mereka mendapatkan bantuan senilai Rp 110.000. (tom/fun)