alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Long Weekend Belum Dongkrak PAD Wisata Pemkab Pasuruan  

GRATI, Radar Bromo–Long Weekend akhir Oktober lalu ternyata belum banyak berkontribusi pada penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) wisata di Kabupaten Pasuruan. Tercatat sampai awal November lalu, realisasi PAD wisata masih di angka Rp 237,9 juta.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, penerimaan PAD wisata yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) setempat, kenaikannya masih merambat. Meski ada long weekend Maulid Nabi ditambah cuti bersama, kenaikan retribusi hanya sekitar Rp 10 juta saja.

“Memang benar saat libur panjang kemarin, kunjungan ke Ranu Grati dan Wisata budaya Tosari memang tidak naik signifikan. Sehingga, konstribusi ke penerimaan PAD wisata juga tidak tinggi,” terang Sekretaris Disparbud Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono.

Gunawan mengatakan, saat libur kemarin tempat wisata yang dibuka dan dikelola Disparbud hanya Ranu Grati, Wisata budaya Tosari dan juga Museum Kabupaten Pasuruan di areal Pasar Wisata Cheng Hoo.

Namun, untuk Museum tidak ada tiket masuk. Sehingga, tidak berkontribusi pada retribusi PAD wisata. Untuk Ranu Grati kendati ada libur panjang, namun jumlah kunjungan dikatakan tidak naik signifikan. Bahkan jumlahnya dikatakan hampir sama seperti hari biasa. Rata-rata sekitar 30-40 pengunjung.

“Untuk Ranu Grati memang tidak terlalu melonjak. Selain ada pembatasan diduga karena masyarakat juga masih ada kekhawatiran untuk berekreasi di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Termasuk untuk akses Bromo di Tosari. Lantaran berkaitan dengan wisatawan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), saat long weekend kemarin juga dibatasi hanya 40 persen. Sehingga, wisatawan yang masuk juga terbatas.

“Memang long weekend kemarin memang tidak banyak berkontribusi banyak pada retribusi Wisata. Sehingga realisasi saat ini hanya Rp 237,9 juta,” ujarnya.

Diketahui, target retribusi wisata usai direvisi mencapai Rp 500 juta. Meski cukup berat di tengah pandemi Covid-19 saat ini, Disparbud tetap optimistis target itu bisa terpenuhi.

Ini lantaran, pemandian alam Banyubiru ditargetkan kembali dibuka di akhir tahun, ketika pembangunan rehab fisik selesai. Banyubiru sendiri selama ini jadi penyumbang PAD wisata terbesar. (eka/mie)

GRATI, Radar Bromo–Long Weekend akhir Oktober lalu ternyata belum banyak berkontribusi pada penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) wisata di Kabupaten Pasuruan. Tercatat sampai awal November lalu, realisasi PAD wisata masih di angka Rp 237,9 juta.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, penerimaan PAD wisata yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) setempat, kenaikannya masih merambat. Meski ada long weekend Maulid Nabi ditambah cuti bersama, kenaikan retribusi hanya sekitar Rp 10 juta saja.

“Memang benar saat libur panjang kemarin, kunjungan ke Ranu Grati dan Wisata budaya Tosari memang tidak naik signifikan. Sehingga, konstribusi ke penerimaan PAD wisata juga tidak tinggi,” terang Sekretaris Disparbud Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono.

Gunawan mengatakan, saat libur kemarin tempat wisata yang dibuka dan dikelola Disparbud hanya Ranu Grati, Wisata budaya Tosari dan juga Museum Kabupaten Pasuruan di areal Pasar Wisata Cheng Hoo.

Namun, untuk Museum tidak ada tiket masuk. Sehingga, tidak berkontribusi pada retribusi PAD wisata. Untuk Ranu Grati kendati ada libur panjang, namun jumlah kunjungan dikatakan tidak naik signifikan. Bahkan jumlahnya dikatakan hampir sama seperti hari biasa. Rata-rata sekitar 30-40 pengunjung.

“Untuk Ranu Grati memang tidak terlalu melonjak. Selain ada pembatasan diduga karena masyarakat juga masih ada kekhawatiran untuk berekreasi di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Termasuk untuk akses Bromo di Tosari. Lantaran berkaitan dengan wisatawan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), saat long weekend kemarin juga dibatasi hanya 40 persen. Sehingga, wisatawan yang masuk juga terbatas.

“Memang long weekend kemarin memang tidak banyak berkontribusi banyak pada retribusi Wisata. Sehingga realisasi saat ini hanya Rp 237,9 juta,” ujarnya.

Diketahui, target retribusi wisata usai direvisi mencapai Rp 500 juta. Meski cukup berat di tengah pandemi Covid-19 saat ini, Disparbud tetap optimistis target itu bisa terpenuhi.

Ini lantaran, pemandian alam Banyubiru ditargetkan kembali dibuka di akhir tahun, ketika pembangunan rehab fisik selesai. Banyubiru sendiri selama ini jadi penyumbang PAD wisata terbesar. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/