alexametrics
25.5 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Kab Pasuruan Kembali ke Level 3, Wisata Harus Tutup Lagi

PASURUAN, Radar Bromo – Sejatinya, bukan hanya Bromo yang ditutup. Tempat wisata yang daerahnya kembali ke Level 3, juga harus ditutup. Seperti di Kabupaten Pasuruan. Saat perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) per 5-18 Oktober, Kabupaten Pasuruan kembali menjadi level 3. Otomatis, dalam Inmendagri Nomor 39 Tahun 2021, seluruh tempat wisata diharuskan ditutup.

Status Level 3 ini tentu saja disayangkan Pemkab Pasuruan. Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Anang Saiful Wijaya mengatakan, pihaknya prihatin dengan naiknya level PPKM. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menjadikan daerahnya naik level pada perpanjangan PPKM yang berlaku dua pekan tersebut.

Di antaranya adalah abainya masyarakat terhadap protokol kesehatan. Ada masyarakat yang terlalu euforia terhadap level 2. Sehingga mereka menganggap Covid-19 sudah tidak ada.

“Karena memang ada penularan. Juga tingkat ketaatan masyarakat terhadap prokes yang sudah mulai kendor. Dua-tiga minggu terakhir ini masyarakat sudah mulai apa? Euforia banget,” katanya.

Bukan hanya itu saja. Faktor lainnya yakni perolehan vaksinasi yang masih rendah. Saat ini, vaksinasi Pemkan Pasuruan masih mencapai 28-29 persen. “Jadi vaksinasi ini menjadi tolak ukur untuk PPKM. Kalau dulu kan tidak termasuk. Sehingga karena capaian rendah kembali lagi ke Level 3,” ungkapnya.

Mengenai vaksinasi yang masih rendah, ia menjelaskan, tidak bisa menyalahkan pemerintah daerah. Sebab, sejak dulu waktu tingkat penularan rendah, vaksin yang diberikan pusat jumlahnya kecil. Bahkan, hingga sekarang untuk distribusi vaksin dari pusat masih terbatas.

“Upaya kami tentu ada. Setiap hari, kami paling tidak melakukan vaksinasi terhadap 15 ribu orang. Ini upaya agar bisa turun level lagi,” jelasnya.

PASURUAN, Radar Bromo – Sejatinya, bukan hanya Bromo yang ditutup. Tempat wisata yang daerahnya kembali ke Level 3, juga harus ditutup. Seperti di Kabupaten Pasuruan. Saat perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) per 5-18 Oktober, Kabupaten Pasuruan kembali menjadi level 3. Otomatis, dalam Inmendagri Nomor 39 Tahun 2021, seluruh tempat wisata diharuskan ditutup.

Status Level 3 ini tentu saja disayangkan Pemkab Pasuruan. Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Anang Saiful Wijaya mengatakan, pihaknya prihatin dengan naiknya level PPKM. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menjadikan daerahnya naik level pada perpanjangan PPKM yang berlaku dua pekan tersebut.

Di antaranya adalah abainya masyarakat terhadap protokol kesehatan. Ada masyarakat yang terlalu euforia terhadap level 2. Sehingga mereka menganggap Covid-19 sudah tidak ada.

“Karena memang ada penularan. Juga tingkat ketaatan masyarakat terhadap prokes yang sudah mulai kendor. Dua-tiga minggu terakhir ini masyarakat sudah mulai apa? Euforia banget,” katanya.

Bukan hanya itu saja. Faktor lainnya yakni perolehan vaksinasi yang masih rendah. Saat ini, vaksinasi Pemkan Pasuruan masih mencapai 28-29 persen. “Jadi vaksinasi ini menjadi tolak ukur untuk PPKM. Kalau dulu kan tidak termasuk. Sehingga karena capaian rendah kembali lagi ke Level 3,” ungkapnya.

Mengenai vaksinasi yang masih rendah, ia menjelaskan, tidak bisa menyalahkan pemerintah daerah. Sebab, sejak dulu waktu tingkat penularan rendah, vaksin yang diberikan pusat jumlahnya kecil. Bahkan, hingga sekarang untuk distribusi vaksin dari pusat masih terbatas.

“Upaya kami tentu ada. Setiap hari, kami paling tidak melakukan vaksinasi terhadap 15 ribu orang. Ini upaya agar bisa turun level lagi,” jelasnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/