alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Wednesday, 2 December 2020

Cuaca Tidak Menentu, Nelayan Kembali Libur Melaut

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Memasuki musim pancaroba, cuaca di perairan Pasuruan cukup ekstrem. Kondisi ini membuat nelayan di Kota Pasuruan memilih untuk tidak melaut. Iklim yang tidak bersahabat tidak memungkinkan bagi nelayan dalam mencari ikan.

Walau begitu, masih kerap ditemui nelayan yang tetap melaut. Meski saat tiba di tengah perairan, mereka langsung kembali ke daratan.

“Memang ada yang tetap ngotot ingin melaut. Tapi begitu tahu ombak besar dan angin kencang saat di tengah perairan, mereka langsung kembali dan tidak jadi melaut,” ungkap Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pasuruan, Ihsan Khoiri.

Ihsan menjelaskan kondisi cuaca saat ini tidak memungkinkan bagi nelayan untuk melaut. Jadi mayoritas juragan kapal memilih untuk memperbaiki jaring atau kapal. Sementara anak buah kapal (ABK) memilih menjadi tukang ojek dan tukang panggul di pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Di sisi lain, memasuki awal Oktober, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan meminta masyarakat lebih waspada. Sebab di puncak kemarau seperti saat ini, cuaca kerap tidak menentu. Iklim di daratan dan perairan bisa lebih ekstrem dari bulan sebelumnya.

Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana pada BPBD Kota Pasuruan, Catur Aldoko mengungkapkan saat ini sedang terjadi fenomena La Nina di Indonesia. Kondisi ini membuat cuaca menjadi tidak menentu dan cenderung ekstrem. Seperti angin bertiup lebih kencang.

“Fenomena ini terjadi di daratan dan perairan di Indonesia. Kalau di perairan ombak jadi lebih tinggi dari hari hari hari biasanya. Ini disebabkan adanya penurunan suhu permukaan air laut sehingga lebih rendah dari sekitarnya,” ungkapnya.

Catur menjelaskan cuaca ekstrem dan tidak menentu seperti saat ini bisa berdampak pada datangnya musim hujan yang lebih cepat. Ada kemungkinan hujan terjadi dalam bulan ini dan intensitasnya juga lebih tinggi daripada tahun lalu. Kondisi ini patut diwaspadai. Ini mengingat Kota Pasuruan merupakan daerah rawan banjir.

BPBD sendiri rutin melakukan koordinasi dan pemantauan mulai tingkat kelurahan. Sehingga saat ada kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem bisa langsung dilakukan upaya pencegahan. Tujuannya agar masyarakat bisa lebih bersiap siap sehingga bisa diantisipasi terjadinya bencana. (riz/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Bank Indonesia Gulirkan Beasiswa Satu Juta Tiap Bulan

Masing-masing mahasiswa itu akan mendapatkan beasiswa sebesar Rp 1 juta tiap bulan selama setahun mulai Januari 2021.

Petani Resah Lagi Pupuk Subsidi Langka di Pasaran

Petani di Kabupaten Probolinggo kembali diresahkan dengan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi.

Terima 68 Pengajuan Pelimpahan Haji Ahli Waris di Kab Pasuruan

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan terus menerima pengajuan pelimpahan porsi haji kepada ahli waris.

DLH Sudah Laporkan Tumpahan Batu Bara di Perairan Sekitar PLTU Paiton

DLH sudah melaporkan kejadian itu kepada kementerian LHK pada tahun 2018.

Mau ke Blitar, Ambulans Muat Jenazah Terbakar di Tol Gempan

Keluarga yang mengendarai di belakang ambulans sempat melihat, ambulans mengeluarkan percikan api dari knalpot. Seketika itu ambuilans berhenti