alexametrics
27.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Bansos PKH di Kota Pasuruan Cair Dalam Enam Termin

PASURUAN, Radar Bromo – Bantuan sosial (bansos) program keluarga harapan (PKH) tahap ketiga tahun ini sudah dicairkan. Penyaluran bansos di Kota Pasuruan kali ini masih dilakukan berathap. Relatif lebih singkat dibandingkan tahap kedua yang lalu.

Di tahap kedua, bansos berupa uang tunai itu dicairkan hingga 11 termin. Jadi uang yang dicairkan ke rekening penerima, tidak bersamaan. Sedangkan penyaluran bansos tahap ketiga saat ini, hanya membutuhkan enam termin pencairan.

Kasi Jaminan Sosial di Dinas Sosial Kota Pasuruan M Fatich Hadjri menyatakan, mekanisme pencairan bansos itu merupakan wewenang Kemensos RI. Pihaknya di daerah hanya memantau dan memastikan semua keluarga penerima manfaat (KPM) sudah menerima bansos.

“Pada tahap ketiga kali ini, jumlah KPM lebih banyak dibanding tahap dua. Sekarang ada 7.044 KPM,” kata Fatich.

Sedangkan di tahap kedua lalu, tercatat sebanyak 6.649 KPM yang menerima bansos PKH. Menurut Fatich, bertambahnya KPM itu bisa jadi dikarenakan sejumlah faktor. Di antaranya karena adanya komponen bantuan dari penerima sehingga bantuan layak diberikan.

“Terkait data KPM ini memang selalu dilakukan evaluasi di pusat setelah pencairan. Untuk menentukan apakah KPM itu sudah mengalami graduasi mandiri atau ada yang membutuhkan bantuan sesuai dengan komponen yang ada,” jelasnya.

Pasalnya, ada beberapa kriteria penerima bantuan PKH. Antara lain kategori ibu hamil dan anak usia 0 hingga 6 tahun mendapat Rp 3 juta per tahun. Lalu anak SD sebesar Rp 900 ribu, anak SMP Rp 1,5 juta, anak SMA sebesar Rp 2 juta. Sedangkan penerima dengan kategori disabilitas berat dan lansia masing-masing mendapat Rp 2,4 juta per tahun. “Sekarang pencairan dilakukan hingga enam termin,” ungkap Fatich.

Termin pertama, bansos dicairkan untuk 2.272 KPM, termin kedua 3.871 KPM, termin ketiga 56 KPM. Lalu 23 KPM mendapat bansos di termin keempat, 178 KPM di termin kelima, dan 644 KPM di termin keenam. (tom/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Bantuan sosial (bansos) program keluarga harapan (PKH) tahap ketiga tahun ini sudah dicairkan. Penyaluran bansos di Kota Pasuruan kali ini masih dilakukan berathap. Relatif lebih singkat dibandingkan tahap kedua yang lalu.

Di tahap kedua, bansos berupa uang tunai itu dicairkan hingga 11 termin. Jadi uang yang dicairkan ke rekening penerima, tidak bersamaan. Sedangkan penyaluran bansos tahap ketiga saat ini, hanya membutuhkan enam termin pencairan.

Kasi Jaminan Sosial di Dinas Sosial Kota Pasuruan M Fatich Hadjri menyatakan, mekanisme pencairan bansos itu merupakan wewenang Kemensos RI. Pihaknya di daerah hanya memantau dan memastikan semua keluarga penerima manfaat (KPM) sudah menerima bansos.

“Pada tahap ketiga kali ini, jumlah KPM lebih banyak dibanding tahap dua. Sekarang ada 7.044 KPM,” kata Fatich.

Sedangkan di tahap kedua lalu, tercatat sebanyak 6.649 KPM yang menerima bansos PKH. Menurut Fatich, bertambahnya KPM itu bisa jadi dikarenakan sejumlah faktor. Di antaranya karena adanya komponen bantuan dari penerima sehingga bantuan layak diberikan.

“Terkait data KPM ini memang selalu dilakukan evaluasi di pusat setelah pencairan. Untuk menentukan apakah KPM itu sudah mengalami graduasi mandiri atau ada yang membutuhkan bantuan sesuai dengan komponen yang ada,” jelasnya.

Pasalnya, ada beberapa kriteria penerima bantuan PKH. Antara lain kategori ibu hamil dan anak usia 0 hingga 6 tahun mendapat Rp 3 juta per tahun. Lalu anak SD sebesar Rp 900 ribu, anak SMP Rp 1,5 juta, anak SMA sebesar Rp 2 juta. Sedangkan penerima dengan kategori disabilitas berat dan lansia masing-masing mendapat Rp 2,4 juta per tahun. “Sekarang pencairan dilakukan hingga enam termin,” ungkap Fatich.

Termin pertama, bansos dicairkan untuk 2.272 KPM, termin kedua 3.871 KPM, termin ketiga 56 KPM. Lalu 23 KPM mendapat bansos di termin keempat, 178 KPM di termin kelima, dan 644 KPM di termin keenam. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/