alexametrics
27.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Rampung Dibangun Tahun Lalu, Kios di Jalan Dewi Sartika Belum Dipakai

PASURUAN, Radar Bromo – Gedung kios di Jalan Dewi Sartika, Kota Pasuruan, tak kunjung dimanfaatkan. Padahal, kios pedagang itu sudah rampung dibangun tahun lalu.

“Semestinya hasil pembangunan tahun 2021 itu sudah bisa dimanfaatkan,” kata anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan Moch. Arief.

Ia pun menyayangkan, karena gedung itu tak kunjung dipakai. Apalagi gedung itu memang dikhususkan untuk kios perdagangan. Ia pun mendorong agar kios itu bisa ditempati pedagang segera. Sehingga perekonomian para pelaku usaha itu kembali berjalan.

“Tentu pemerintah kota harus segera menyiapkannya supaya bisa ditempati pedagang,” ujarnya.

Gedung itu sendiri rampung dikerjakan pada akhir 2021 dengan menelan biaya Rp 2,1 miliar. Hanya saja, masih ada masa pemeliharaan selama enam bulan. Tepatnya hingga pertengahan tahun ini.

Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Konstruksi di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pasuruan Uung Maf’udi mengaku sudah memeriksa hasil pekerjaan gedung itu. “Pemeriksaan tahap kedua kemarin sudah dilaksanakan,” kata Uung.

Dia mengatakan, memang ada beberapa bagian gedung yang perlu dibenahi. Salah satunya pada bagian pintu yang rusak. Ia menduga, kerusakan itu terjadi akibat ulah tangan jahil. Namun, ia memastikan pihak pelaksana proyek akan memperbaikinya.

PASURUAN, Radar Bromo – Gedung kios di Jalan Dewi Sartika, Kota Pasuruan, tak kunjung dimanfaatkan. Padahal, kios pedagang itu sudah rampung dibangun tahun lalu.

“Semestinya hasil pembangunan tahun 2021 itu sudah bisa dimanfaatkan,” kata anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan Moch. Arief.

Ia pun menyayangkan, karena gedung itu tak kunjung dipakai. Apalagi gedung itu memang dikhususkan untuk kios perdagangan. Ia pun mendorong agar kios itu bisa ditempati pedagang segera. Sehingga perekonomian para pelaku usaha itu kembali berjalan.

“Tentu pemerintah kota harus segera menyiapkannya supaya bisa ditempati pedagang,” ujarnya.

Gedung itu sendiri rampung dikerjakan pada akhir 2021 dengan menelan biaya Rp 2,1 miliar. Hanya saja, masih ada masa pemeliharaan selama enam bulan. Tepatnya hingga pertengahan tahun ini.

Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Konstruksi di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pasuruan Uung Maf’udi mengaku sudah memeriksa hasil pekerjaan gedung itu. “Pemeriksaan tahap kedua kemarin sudah dilaksanakan,” kata Uung.

Dia mengatakan, memang ada beberapa bagian gedung yang perlu dibenahi. Salah satunya pada bagian pintu yang rusak. Ia menduga, kerusakan itu terjadi akibat ulah tangan jahil. Namun, ia memastikan pihak pelaksana proyek akan memperbaikinya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/