alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Monday, 8 August 2022

KDRT Mendominasi Kasus Kekerasan pada Perempuan-Anak di Kota Probolinggo

MAYANGAN, Radar Bromo–Jumlah kasus kekerasan pada perempuan yang diterima Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Kota Probolinggo cenderung menurun. Selama tujuh bulan, ada tujuh laporan.

Pendamping P2TP2A Kota Probolinggo Saiful Anwar mengungkapkan, jumlah itu menurun dibandingkan tahun lalu. Sampai akhir Desember 2021, ada 24 laporan kekerasan perempuan.

Namun, sama seperti tahun lalu, kekerasan yang dialami oleh perempuan didominasi oleh kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ada pula kekerasan seksual, seperti pelecehan. Namun, jumlahnya hanya dua laporan.

“KDRT masih mendominasi. Tapi, jumlahnya memang menurun kalau dibanding tahun lalu. Sampai akhir Juli ada tujuh laporan,” ungkapnya.

Saat ada laporan KDRT yang diterima oleh P2TP2A, biasanya dikarenakan adanya perselisihan antara suami dengan istri. Karena emosi, terkadang pelaku melakukan kekerasan pada korban dengan memukul hingga menampar anggota badan.

P2TP2A pun menyiapkan rumah aman bagi para korban yang takut pulang ke rumah selama proses laporan dan pendampingan. Mereka bisa tinggal di rumah aman sampai laporan tersebut rampung diproses. Identitas dari pelapor juga dirahasiakan.

“Untuk menghilangkan trauma, korban kami ajak ngobrol di lokasi yang nyaman. Seperti di kafe agar tidak terlalu tegang,” ungkapnya.

MAYANGAN, Radar Bromo–Jumlah kasus kekerasan pada perempuan yang diterima Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Kota Probolinggo cenderung menurun. Selama tujuh bulan, ada tujuh laporan.

Pendamping P2TP2A Kota Probolinggo Saiful Anwar mengungkapkan, jumlah itu menurun dibandingkan tahun lalu. Sampai akhir Desember 2021, ada 24 laporan kekerasan perempuan.

Namun, sama seperti tahun lalu, kekerasan yang dialami oleh perempuan didominasi oleh kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ada pula kekerasan seksual, seperti pelecehan. Namun, jumlahnya hanya dua laporan.

“KDRT masih mendominasi. Tapi, jumlahnya memang menurun kalau dibanding tahun lalu. Sampai akhir Juli ada tujuh laporan,” ungkapnya.

Saat ada laporan KDRT yang diterima oleh P2TP2A, biasanya dikarenakan adanya perselisihan antara suami dengan istri. Karena emosi, terkadang pelaku melakukan kekerasan pada korban dengan memukul hingga menampar anggota badan.

P2TP2A pun menyiapkan rumah aman bagi para korban yang takut pulang ke rumah selama proses laporan dan pendampingan. Mereka bisa tinggal di rumah aman sampai laporan tersebut rampung diproses. Identitas dari pelapor juga dirahasiakan.

“Untuk menghilangkan trauma, korban kami ajak ngobrol di lokasi yang nyaman. Seperti di kafe agar tidak terlalu tegang,” ungkapnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/