alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Thursday, 30 June 2022

Ganti 326 Titik PJU di Kota dengan LED Biar Lebih Hemat

GADINGREJO, Radar Bromo– Hampir tiap bulan lebih dari tujuh ratus juta rupiah dikeluarkan Pemkot Pasuruan untuk penerangan jalan umum (PJU). Biaya itu untuk membayar listrik PJU. Agar kian murah, pelan tapi pasti kini pemkot berupaya mengganti lampu PJU dengan light emiting dioede (LED).

Kepala UPT PJU Dishub Kota Pasuruan, Muhammad Yusuf mengungkapkan, sesuai keinginan Wali Kota Saifullah Yusuf dengan program Pasuruan terang, pihaknya mengganti sejumlah lampu PJU menjadi LED. Ada 326 titik yang mengalami penggantian lampu tahun ini. Saat ini, pengerjaannya baru mencapai tujuh persen.

“Jadi tahun ini kami juga melakukan penggantian lampu PJU yang masih berjenis Son-T. Ada sekitar 326 titik yang diganti. Pelaksanaannya menggunakan anggaran pemeliharaan senilai Rp 1 miliar dari APBD 2021,” ungkapnya.

Yusuf menjelaskan ratusan titik ini berada di 19 ruas jalan. Rinciannya adalah enam ruas jalan nasional, satu ruas jalan provinsi dan 12 ruas jalan perkotaan. Untuk jalan nasional yang mendapat kan penggantian lampu PJU diantaranya adalah Jalan Wahidin, Jalan Pattimura, Jalan Sunan Ampel, Jalan Cemara dan Jalan Hasanuddin. Sementara jalan nasional terletak di Jalan Ahmad Dahlan.

Untuk jalan kota diantaranya Jalan Panjaitan, Jalan Letjem Suprapto dan Jalan Setiabudi. Ditargetkan penggantian lampu PJU ini bisa rampung dalam tiga bulan. Menurutnya, pelaksaan nya yang masih baru tujuh persen ini dikarenakan Dishub juga masih perlu melakukan penyesuaian dengan lampu PJU lainnya. Jika ada yang mati, maka perlu diganti.

“Pengerjaannya sudah mulai Juli lalu. Kami targetkan Oktober sudah selesai. Tim di lapangan tidak hanya bertanggung jawab pada penggantian PJU lampu Son-T saja, tapi kalau ada lampu mati juga di ganti dengan LED,” terang Yusuf.

Dengan mengganti LED, maka biaya yang dikeluarkan pemkot bisa hemat untuk membiaya tagihan listrik PJU. Seperti tagihan listrik untuk penerangan jalan umum (PJU) terjadi sejak Januari hingga Februari 2021. Pada Januari, tagihan PJU mencapai Rp 785.718.058. Tagihan Februari Rp 808.751.145. Total dua bulan sekitar Rp 1,59 miliar.

Padahal, pada 2020, rata-rata pemkot harus membayar sekitar Rp 900 juta per bulan. Dua bulan sekitar Rp 1,8 miliar. Bahkan pernah pada Oktober 2020, tagihan PJU satu bulan sampai Rp 1,1 miliar. Alasan itulah yang membuat pemkot beralih pada lampu PJU. Sehingga bisa irit ratusan juta rupiah per bulan. (riz/fun)

GADINGREJO, Radar Bromo– Hampir tiap bulan lebih dari tujuh ratus juta rupiah dikeluarkan Pemkot Pasuruan untuk penerangan jalan umum (PJU). Biaya itu untuk membayar listrik PJU. Agar kian murah, pelan tapi pasti kini pemkot berupaya mengganti lampu PJU dengan light emiting dioede (LED).

Kepala UPT PJU Dishub Kota Pasuruan, Muhammad Yusuf mengungkapkan, sesuai keinginan Wali Kota Saifullah Yusuf dengan program Pasuruan terang, pihaknya mengganti sejumlah lampu PJU menjadi LED. Ada 326 titik yang mengalami penggantian lampu tahun ini. Saat ini, pengerjaannya baru mencapai tujuh persen.

“Jadi tahun ini kami juga melakukan penggantian lampu PJU yang masih berjenis Son-T. Ada sekitar 326 titik yang diganti. Pelaksanaannya menggunakan anggaran pemeliharaan senilai Rp 1 miliar dari APBD 2021,” ungkapnya.

Yusuf menjelaskan ratusan titik ini berada di 19 ruas jalan. Rinciannya adalah enam ruas jalan nasional, satu ruas jalan provinsi dan 12 ruas jalan perkotaan. Untuk jalan nasional yang mendapat kan penggantian lampu PJU diantaranya adalah Jalan Wahidin, Jalan Pattimura, Jalan Sunan Ampel, Jalan Cemara dan Jalan Hasanuddin. Sementara jalan nasional terletak di Jalan Ahmad Dahlan.

Untuk jalan kota diantaranya Jalan Panjaitan, Jalan Letjem Suprapto dan Jalan Setiabudi. Ditargetkan penggantian lampu PJU ini bisa rampung dalam tiga bulan. Menurutnya, pelaksaan nya yang masih baru tujuh persen ini dikarenakan Dishub juga masih perlu melakukan penyesuaian dengan lampu PJU lainnya. Jika ada yang mati, maka perlu diganti.

“Pengerjaannya sudah mulai Juli lalu. Kami targetkan Oktober sudah selesai. Tim di lapangan tidak hanya bertanggung jawab pada penggantian PJU lampu Son-T saja, tapi kalau ada lampu mati juga di ganti dengan LED,” terang Yusuf.

Dengan mengganti LED, maka biaya yang dikeluarkan pemkot bisa hemat untuk membiaya tagihan listrik PJU. Seperti tagihan listrik untuk penerangan jalan umum (PJU) terjadi sejak Januari hingga Februari 2021. Pada Januari, tagihan PJU mencapai Rp 785.718.058. Tagihan Februari Rp 808.751.145. Total dua bulan sekitar Rp 1,59 miliar.

Padahal, pada 2020, rata-rata pemkot harus membayar sekitar Rp 900 juta per bulan. Dua bulan sekitar Rp 1,8 miliar. Bahkan pernah pada Oktober 2020, tagihan PJU satu bulan sampai Rp 1,1 miliar. Alasan itulah yang membuat pemkot beralih pada lampu PJU. Sehingga bisa irit ratusan juta rupiah per bulan. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/