Pengadilan Belum Bisa Gelar Sidang Konvensional

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Memasuki masa transisi menuju tahap new normal atau kehidupan baru, persidangan bagi terdakwa di Kota Pasuruan masih dilakukan secara online. Persidangan tetap dengan menghubungkan majelis hakim, terdakwa dan jaksa penuntut umum (JPU) dengan menggunakan teleconference.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Pasuruan, Rahmat Dahlan mengungkapkan, sidang online ini sudah dilakukan sejak awal April lalu dan sampai saat ini masih berlangsung. Sebab, pihaknya belum mendapatkan aturan baru dari mahkamah agung (MA) untuk kembali membuka sidang secara terbuka ataupun konvensional di PN Pasuruan.

Selama tiga bulan terakhir ini, persidangan online ini dilaksanakan di tiga tempat. Yaitu untuk majelis hakim berada di PN Pasuruan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) berada di Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasuruan sementara penasihat hukum (PH) dan terdakwa yang mengikuti sidang berada di Lapas Pasuruan. Mereka terhubung secara teleconference satu sama lain.

“Untuk sementara sidang masih dilakukan secara online. Jadi ada tiga tempat yang menjadi lokasi sidang. Dan untuk sementara memang masih steril dari pengunjung,” ungkapnya.

Rahmat menjelaskan, selama ini, meski pelaksanaannya dilakukan secara online. Mekanisme persidangan tetap sama seperti sidang pada umumnya. Terdakwa maupun PH tetap dapat mengajukan keberatan atau sanggahan pada JPU dan majelis hakim. Begitu pula sebaliknya. Sedangkan untuk saksi dihadirkan di kantor kejaksaan. Dan selama ini tidak ada kendala dalam pelaksanaannya.

“PN, Kejari dan Lapas selalu berkoordinasi agar persiapannya dilakukan secara matang. Seperti jaringan internetnya, maupun alat yang digunakan. Tunggu maklumat terbaru dari MA untuk pembukaan sidang seperti dulu,” sebut Rahmat. (riz/fun)