alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Jatuh Bangun Perajin Seni Ukir Kaligrafi Kota Pasuruan

Kerajinan seni ukir kaligrafi Arab banyak dijual di pasaran di Indonesia. Tak terkecuali di Kota Pasuruan. Banyak hasil kerajinan ukir kaligrafi yang bernilai jual tinggi. Salah satunya yang dihasilkan Arif Budiono. Bahkan, warga nonmuslim pun terpikat karyanya.

MUKHAMAD ROSYIDI, Gadingrejo, Radar Bromo

KERAJINAN seni ukir kaligrafi Arab banyak beredar di pasaran di Indonesia. Tak terkecuali di Kota Pasuruan. Banyak hasil kerajinan ukir kaligrafi Arab yang bernilai jual tinggi.

Salah satu perajinnya yaitu Arif, warga Kelurahan Randusari, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Lelaki 25 tahun tersebut menekuni seni ukir kaligrafi Arab dengan media kayu jati sejak 2017. Awalnya, dia melihat temannya yang sedang mengukir. Dari situ, kemudian ia mempraktikannya dan berhasil.

“Awalnya melihat teman mengukir. Kemudian saya coba dan berhasil,” katanya sembari mengerjakan pesanan seni ukir kaligrafi Arab di rumahnya.

Tangannya sangat terampil mengukir huruf-huruf Arab di atas kayu jati. Sedikit demi sedikit, kayu diukir hingga menyerupai sebuah huruf Arab. Kemudian, menjadi tulisan arab yang memiliki arti.

Keringat menetes dari kulitnya yang kuning langsat. Tapi, demi sebuah karya seni bernilai jual tinggi, peluh itu tak dihiraukannya. Ia terus melanjutkan pekerjaannya.

Satu buah kaligrafi bisa diselesaikannya dalam waktu lumayan lama. Bahkan hingga berminggu-minggu.

Kerajinan seni ukir kaligrafi Arab banyak dijual di pasaran di Indonesia. Tak terkecuali di Kota Pasuruan. Banyak hasil kerajinan ukir kaligrafi yang bernilai jual tinggi. Salah satunya yang dihasilkan Arif Budiono. Bahkan, warga nonmuslim pun terpikat karyanya.

MUKHAMAD ROSYIDI, Gadingrejo, Radar Bromo

KERAJINAN seni ukir kaligrafi Arab banyak beredar di pasaran di Indonesia. Tak terkecuali di Kota Pasuruan. Banyak hasil kerajinan ukir kaligrafi Arab yang bernilai jual tinggi.

Salah satu perajinnya yaitu Arif, warga Kelurahan Randusari, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Lelaki 25 tahun tersebut menekuni seni ukir kaligrafi Arab dengan media kayu jati sejak 2017. Awalnya, dia melihat temannya yang sedang mengukir. Dari situ, kemudian ia mempraktikannya dan berhasil.

“Awalnya melihat teman mengukir. Kemudian saya coba dan berhasil,” katanya sembari mengerjakan pesanan seni ukir kaligrafi Arab di rumahnya.

Tangannya sangat terampil mengukir huruf-huruf Arab di atas kayu jati. Sedikit demi sedikit, kayu diukir hingga menyerupai sebuah huruf Arab. Kemudian, menjadi tulisan arab yang memiliki arti.

Keringat menetes dari kulitnya yang kuning langsat. Tapi, demi sebuah karya seni bernilai jual tinggi, peluh itu tak dihiraukannya. Ia terus melanjutkan pekerjaannya.

Satu buah kaligrafi bisa diselesaikannya dalam waktu lumayan lama. Bahkan hingga berminggu-minggu.

MOST READ

BERITA TERBARU

/