Sulitnya Terapkan Physical Distancing, Termasuk di Pusat Perbelanjaan

BERI PENJELASAN: Satpol PP memberi pengertian terhadap pengunjung pusat perbelanjaan, kemarin. Masih banyak tempat perbelanjaan yang dijubeli pengunjung saat wabah masih perlu diwaspadai. (Foto M Busthomi/Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN, Radar Bromo – Pusat perbelanjaan menjadi salah satu kawasan yang rentan di tengah mewabahnya Covid-19 saat ini. Aktivitas jual beli kerapkali melibatkan banyak orang yang berpotensi terjadinya kerumunan.

Pentingnya menjaga jarak atau physical distancing guna mengantisipasi penyebaran virus itu ternyata belum disadari banyak pihak. Sebagaimana terpantau di Senkuko Kebonagung, Minggu (5/4). Puluhan pembeli memang masih berbelanja di sana. Namun aktivitas yang mereka lakukan terlihat begitu normal. Bahkan tetap berkerumun satu sama lain.

Hal itu lantas mengundang perhatian petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat untuk mendatangi lokasi tersebut. “Jaga jarak, jangan bergerombol,” teriak Plt Kepala Satpol PP Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah sesaat setelah memasuki Senkuko Kebonagung.

Ia terus berkeliling di pusat perbelanjaan yang berada di area Pasar Kebonagung. Bersama sejumlah anggotanya, Yanuar menyampaikan pesan yang sama kepada pengunjung Senkuko lainnya.

Pihaknya juga sedikit menjelaskan bahaya Covid-19 dan proses penyebarannya yang perlu diwaspadai. “Masyarakat harus saling menyadari dan waspada, makanya ketentuan physical distancing itu harus dipatuhi. Apalagi di tempat perbelanjaan seperti ini,” terang dia.

Kendati demikian, pihaknya tak melarang tempat-tempat perbelanjaan, termasuk Senkuko Kebonagung, untuk menghentikan aktivitas dengan cara tak melayani pembeli. “Bukan berarti harus tutup, tapi harus tetap menerapkan physical distancing. Pihak pengelola melalui karyawannya juga harus mengingatkan pengunjung dalam hal ini,” tegasnya.

Ke depan, lanjut Yanuar, pihaknya akan memperketat pemantauan tempat-tempat perbelanjaan. “Tetap kami pantau agar semua bisa tertib dalam mengantisipasi Covid-19,” pungkas dia. (tom/fun)