alexametrics
25C
Probolinggo
Tuesday, 20 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

PPKM Mikro, Angka Kematian Covid di Kota Pasuruan Menurun

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Pasuruan dinilai efektif. Satgas Penanganan Covid-19 menyebut, selama pelaksanaan PPKM kedua itu, tingkat kematian Covid di kota menurun. Sementara tingkat kesembuhan terus meningkat.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, per kemarin (5/3), konfirmasi Covid-19 di Kota Pasuruan sebanyak 1.311 kasus. Untuk konfirmasi yang masih aktif dan dirawat, saat ini sebanyak lima orang. Sementara konfirmasi sembuh adalah 1.160 kasus dan konfirmasi yang meninggal sebanyak 146 kasus.

Jubir Satgas Penanganan Covid 19 Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat mengungkapkan, PPKM kedua efektif dalam menekan kasus Covid di Kota Pasuruan. Sejak PPKM kedua, dinilai ada penurunan persentase konfirmasi positif dari 0,5 persen menjadi 0,4 persen. Tingkat kesembuhan pun naik, dari awalnya 88,1 persen menjadi 88,3 persen.

“Sementara itu, tingkat kematian juga menurun dari sebelumnya 11,3 persen menjadi 11,1 persen. Artinya, evaluasi dari kami, pelaksanaan PPKM sudah berjalan baik dan efektif di masyarakat,” ungkapnya.

Meski begitu, Kokoh meminta agar kesadaran masyarakat terus ditingkatkan dan memeriksakan kondisinya masuk rumah sakit saat masih dalam gejala. Terutama bagi yang memiliki komorbid. Sehingga tindakan medis dapat segera dilakukan dan bisa tepat sasaran.

“Satgas tetap sosialisasi masif ke semua lini hingga ke tingkat RT. Kami juga mengimbau agar jangan sampai masyarakat memeriksa kondisinya ke rumah sakit saat sudah parah,” sebut Kokoh. (riz/mie)

 

Perbandingan Kasus Covid Sebelum-Setelah PPKM

Jumlah Kasus
-Sebelum PPKM: 0,5 persen
-Setelah PPKM: 0,4 persen

Tingkat Kesembuhan
-Sebelum PPKM: 88,1 persen
-Setelah PPKM: 88,3 persen

Tingkat Kematian
-Sebelum PPKM: 11,3 persen
-Setelah PPKM: 11,1 persen

Mobile_AP_Rectangle 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Pasuruan dinilai efektif. Satgas Penanganan Covid-19 menyebut, selama pelaksanaan PPKM kedua itu, tingkat kematian Covid di kota menurun. Sementara tingkat kesembuhan terus meningkat.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, per kemarin (5/3), konfirmasi Covid-19 di Kota Pasuruan sebanyak 1.311 kasus. Untuk konfirmasi yang masih aktif dan dirawat, saat ini sebanyak lima orang. Sementara konfirmasi sembuh adalah 1.160 kasus dan konfirmasi yang meninggal sebanyak 146 kasus.

Jubir Satgas Penanganan Covid 19 Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat mengungkapkan, PPKM kedua efektif dalam menekan kasus Covid di Kota Pasuruan. Sejak PPKM kedua, dinilai ada penurunan persentase konfirmasi positif dari 0,5 persen menjadi 0,4 persen. Tingkat kesembuhan pun naik, dari awalnya 88,1 persen menjadi 88,3 persen.

Mobile_AP_Half Page

“Sementara itu, tingkat kematian juga menurun dari sebelumnya 11,3 persen menjadi 11,1 persen. Artinya, evaluasi dari kami, pelaksanaan PPKM sudah berjalan baik dan efektif di masyarakat,” ungkapnya.

Meski begitu, Kokoh meminta agar kesadaran masyarakat terus ditingkatkan dan memeriksakan kondisinya masuk rumah sakit saat masih dalam gejala. Terutama bagi yang memiliki komorbid. Sehingga tindakan medis dapat segera dilakukan dan bisa tepat sasaran.

“Satgas tetap sosialisasi masif ke semua lini hingga ke tingkat RT. Kami juga mengimbau agar jangan sampai masyarakat memeriksa kondisinya ke rumah sakit saat sudah parah,” sebut Kokoh. (riz/mie)

 

Perbandingan Kasus Covid Sebelum-Setelah PPKM

Jumlah Kasus
-Sebelum PPKM: 0,5 persen
-Setelah PPKM: 0,4 persen

Tingkat Kesembuhan
-Sebelum PPKM: 88,1 persen
-Setelah PPKM: 88,3 persen

Tingkat Kematian
-Sebelum PPKM: 11,3 persen
-Setelah PPKM: 11,1 persen

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2