alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Parkir Khusus di 5 Pasar Kota Pasuruan Ini Sumbang Rp 111 Juta

PURWOREJO, Radar Bromo – Parkir khusus di sejumlah pasar tradisional di Kota Pasuruan selama ini juga menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD). Sepanjang tahun lalu, retribusi dari parkir khusus di 5 pasar tradisional mencapai Rp 111.850.000.

Penarikan retribusi parkir khusus itu diatur dalam Perda Nomor 9/2011 tentang Retribusi Pelayanan Pasar. Besaran tarif parkir khusus itu sendiri beragam, sesuai jenis kendaraan.

Untuk truk, tarifnya Rp10.000, sedangkan mobil Rp 2.000, motor Rp 1.000, dan sepeda ditarik Rp 500. Dalam setahun lalu, pendapatan dari sektor retribusi parkir khusus di pasar ditargetkan Rp 111.600.000.

Plt Kepala UPT Pasar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan Ridho Wijaya menerangkan, target itu telah terpenuhi. “Target retribusi parkir khusus tahun kemarin sudah terpenuhi 100 persen,” bebernya.

Dia juga mengatakan, di masing-masing pasar ada petugas yang menarik retribusi parkir khusus. Pihaknya mencatat pendapatan dari sektor itu setiap tiga bulan sekali. “Setiap pasar ada petugasnya,” katanya.

Sepanjang tahun 2020, tercapai Rp111.850.000. Retribusi itu berasal dari lima pasar yang dimiliki pemkot. Paling banyak di Pasar Gadingrejo yakni sebesar Rp 36.000.000. Sementara Pasar Besar, masuk ke Dishub. (Selengkapnya lihat infografis)

Ridho menyebut potensi retribusi parkir khusus memang berbeda di setiap pasar. Sebab, hal itu tergantung tingkat keramaian pasar. “Karena Pasar Gadingrejo memang ramai, sehingga potensi retribusi parkir khusus di sana lebih besar,” katanya. (tom/mie)

Retribusi Parkir Khusus dari 5 Pasar Tahun Lalu
Pasar Poncol                                  Rp 8.600.000
Pasar Mebel Bukir Randusari           Rp 12.000.000
Pasar Kebonagung                         Rp 26.400.000
Pasar Karangketug                         Rp 28.850.000
Pasar Gadingrejo                           Rp 36.000.000

PURWOREJO, Radar Bromo – Parkir khusus di sejumlah pasar tradisional di Kota Pasuruan selama ini juga menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD). Sepanjang tahun lalu, retribusi dari parkir khusus di 5 pasar tradisional mencapai Rp 111.850.000.

Penarikan retribusi parkir khusus itu diatur dalam Perda Nomor 9/2011 tentang Retribusi Pelayanan Pasar. Besaran tarif parkir khusus itu sendiri beragam, sesuai jenis kendaraan.

Untuk truk, tarifnya Rp10.000, sedangkan mobil Rp 2.000, motor Rp 1.000, dan sepeda ditarik Rp 500. Dalam setahun lalu, pendapatan dari sektor retribusi parkir khusus di pasar ditargetkan Rp 111.600.000.

Plt Kepala UPT Pasar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan Ridho Wijaya menerangkan, target itu telah terpenuhi. “Target retribusi parkir khusus tahun kemarin sudah terpenuhi 100 persen,” bebernya.

Dia juga mengatakan, di masing-masing pasar ada petugas yang menarik retribusi parkir khusus. Pihaknya mencatat pendapatan dari sektor itu setiap tiga bulan sekali. “Setiap pasar ada petugasnya,” katanya.

Sepanjang tahun 2020, tercapai Rp111.850.000. Retribusi itu berasal dari lima pasar yang dimiliki pemkot. Paling banyak di Pasar Gadingrejo yakni sebesar Rp 36.000.000. Sementara Pasar Besar, masuk ke Dishub. (Selengkapnya lihat infografis)

Ridho menyebut potensi retribusi parkir khusus memang berbeda di setiap pasar. Sebab, hal itu tergantung tingkat keramaian pasar. “Karena Pasar Gadingrejo memang ramai, sehingga potensi retribusi parkir khusus di sana lebih besar,” katanya. (tom/mie)

Retribusi Parkir Khusus dari 5 Pasar Tahun Lalu
Pasar Poncol                                  Rp 8.600.000
Pasar Mebel Bukir Randusari           Rp 12.000.000
Pasar Kebonagung                         Rp 26.400.000
Pasar Karangketug                         Rp 28.850.000
Pasar Gadingrejo                           Rp 36.000.000

MOST READ

BERITA TERBARU

/