alexametrics
27.5 C
Probolinggo
Saturday, 28 May 2022

Petugas Lalu Lintas Dishub Belum Ideal

GADINGREJO, Radar Bromo – Petugas lalu lintas (lalin) di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan masih belum ideal. Pasalnya Dishub hanya memiliki 10 petugas. Kondisi ini membuat Dishub kesulitan saat ada lebih dari satu kegiatan yang dilaksanakan dalam waktu bersamaan.

Kabid Lalu Lintas pada Dishub Kota Pasuruan, Andriyanto mengungkapkan, jumlah petugas lalin di Dishub saat ini belum mencukupi. Pasalnya petugas bidang lalin kerap diminta untuk melakukan pengamanan saat ada kegiatan yang dilakukan Pemkot. Kondisi ini membuat Dishub harus membagi saat ada kegiatan lainnya.

“Memang kurang ideal. Harusnya dua kali dari yang kami miliki saat ini. Kalau ada banyak kegiatan itu yang susah. Kami kerap kebingungan karena personel yang minim,” ungkapnya.

Ia menjelaskan personel yang minim juga membuat penjagaan kurang maksimal. Terkadang pihaknya kerap kesulitan jika menemukan menemukan warga yang suka membandel. Mereka terkadang memanfaatkan jumlah personel yang minim ini untuk mengelabui petugas. Sehingga pihaknya pun tidak jarang kerap kecolongan.

“Kalau ada giat yang bersamaan lebih dari satu, lebih susah lagi. Kami harus berbagi. Kami hanya bisa maksimalkan personel yang ada dan dimiliki saat ini,” sebut Andri. (riz/fun)

GADINGREJO, Radar Bromo – Petugas lalu lintas (lalin) di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan masih belum ideal. Pasalnya Dishub hanya memiliki 10 petugas. Kondisi ini membuat Dishub kesulitan saat ada lebih dari satu kegiatan yang dilaksanakan dalam waktu bersamaan.

Kabid Lalu Lintas pada Dishub Kota Pasuruan, Andriyanto mengungkapkan, jumlah petugas lalin di Dishub saat ini belum mencukupi. Pasalnya petugas bidang lalin kerap diminta untuk melakukan pengamanan saat ada kegiatan yang dilakukan Pemkot. Kondisi ini membuat Dishub harus membagi saat ada kegiatan lainnya.

“Memang kurang ideal. Harusnya dua kali dari yang kami miliki saat ini. Kalau ada banyak kegiatan itu yang susah. Kami kerap kebingungan karena personel yang minim,” ungkapnya.

Ia menjelaskan personel yang minim juga membuat penjagaan kurang maksimal. Terkadang pihaknya kerap kesulitan jika menemukan menemukan warga yang suka membandel. Mereka terkadang memanfaatkan jumlah personel yang minim ini untuk mengelabui petugas. Sehingga pihaknya pun tidak jarang kerap kecolongan.

“Kalau ada giat yang bersamaan lebih dari satu, lebih susah lagi. Kami harus berbagi. Kami hanya bisa maksimalkan personel yang ada dan dimiliki saat ini,” sebut Andri. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/