alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Kota Pasuruan Belum Bisa Tera Ulang Mandiri

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Jumlah penera di Kota Pasuruan masih jauh dari kata ideal. Kini Pemkot hanya memiliki satu orang penera. Karenanya, belum bisa melakukan tera ulang secara mandiri dan harus bekerja sama dengan daerah lain.

Kepala UPT Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Sony Agus Priyanto mengatakan, idealnya jumlah penera ada lima orang. Dua penera ahli, dua penera terampil, serta satu orang pengawas. “Kondisi ini berdampak pada pelaksanaan tera ulang di Kota Pasuruan. Ini membuat tera ulang belum bisa dilakukan secara mandiri,” ujarnya.

Karenanya, dalam pelaksanaannya, Pemkot Pasuruan melakukan kerja sama dengan daerah lain yang memiliki UPT Kemetrologian. Sebab, kewenangan tera ulang dilakukan secara penuh oleh pemerintah daerah. Untuk bisa menjadi penera, mereka harus mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) selama enam bulan.

“Untuk menjadi penera ahli, maka harus memiliki sertifikat dengan mengikuti spesialisasi selama dua tahun. Makanya belum bisa tera ulang mandiri,” ujarnya. (riz/rud)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Jumlah penera di Kota Pasuruan masih jauh dari kata ideal. Kini Pemkot hanya memiliki satu orang penera. Karenanya, belum bisa melakukan tera ulang secara mandiri dan harus bekerja sama dengan daerah lain.

Kepala UPT Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Sony Agus Priyanto mengatakan, idealnya jumlah penera ada lima orang. Dua penera ahli, dua penera terampil, serta satu orang pengawas. “Kondisi ini berdampak pada pelaksanaan tera ulang di Kota Pasuruan. Ini membuat tera ulang belum bisa dilakukan secara mandiri,” ujarnya.

Karenanya, dalam pelaksanaannya, Pemkot Pasuruan melakukan kerja sama dengan daerah lain yang memiliki UPT Kemetrologian. Sebab, kewenangan tera ulang dilakukan secara penuh oleh pemerintah daerah. Untuk bisa menjadi penera, mereka harus mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) selama enam bulan.

“Untuk menjadi penera ahli, maka harus memiliki sertifikat dengan mengikuti spesialisasi selama dua tahun. Makanya belum bisa tera ulang mandiri,” ujarnya. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/