alexametrics
26 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Tahun 2020 Pengadilan Agama Terima 2.822 Perkara, Paling Banyak Ini

PASURUAN, Radar Bromo – Jumlah perkara yang masuk ke Pengadilan Agama (PA) Pasuruan mencapai ribuan. Hingga akhir tahun, hanya tinggal puluhan perkara yang belum diputus.

Humas PA Pasuruan, Abdul Mustofa mengatakan, jumlah perkara yang diterima sepanjang tahun 2020 sebanyak 2.822. Sebagian besar merupakan jenis perkara perkawinan. Seperti perceraian, penguasaan anak, izin poligami, hingga dispensasi nikah. Sedangkan perkara lainnya meliputi kewarisan, hibah, wakaf, penetapan ahli waris dan sebagainya.

Di antara ribuan perkara itu, paling banyak yakni cerai gugat sebanyak 1.395, dan cerai talak sebanyak 528 perkara. “Yang paling banyak perkara perceraian. Untuk gugat cerai rata-rata karena dari pihak istri mengeluhkan soal ekonomi,” terang Mustofa.

Apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, lanjut Mustofa, sebagian besar gugatan cerai oleh pihak istri karena kesulitan ekonomi dampak pandemi. Beberapa suami digugat cerai karena kehilangan pekerjaan dari perusahaan hingga usahanya terancam bangkrut.

“Sehingga nafkah lahir yang mestinya diberikan kepada istri tidak lancar atau bahkan tidak diberi sama sekali,” tambah dia.

Sementara, untuk perkara cerai talak, banyak dilatarbelakangi faktor perselingkuhan dari pihak istri. Di samping itu, juga karena pihak istri yang tidak patuh kepada suami. Sehingga rumah tangganya kerap dilanda pertengkaran.

“Untuk perkara cerai sendiri, selalu kami upayakan tidak lebih dari sebulan prosesnya. Akan lebih cepat jika tidak ada pertentangan dari pihak tergugat,” ungkap Mustofa.

Hal itu dilakukan agar setiap perkara lekas selesai. Sehingga tidak sampai menumpuk berbulan-bulan. Namun, Mustofa juga mengakui ada beberapa perkara yang tak bisa selesai dalam waktu singkat.

“Seperti kewarisan, penetapan harta bersama, maupun penguasaan hak asuh anak,” jelasnya.

Secara umum, sebagian perkara yang diterima PA sudah selesai. Dengan kata lain sudah mendapatkan putusan majelis hakim. Sedangkan yang masih dalam proses tersisa 24 perkara. Sebanyak 23 perkara gugatan, dan 1 permohonan.

“Alhamdulillah penyelesaian perkara tahun 2020 ini mencapai 99,14 persen. Dan ini tertinggi di Jawa Timur,” tandasnya. (tom/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Jumlah perkara yang masuk ke Pengadilan Agama (PA) Pasuruan mencapai ribuan. Hingga akhir tahun, hanya tinggal puluhan perkara yang belum diputus.

Humas PA Pasuruan, Abdul Mustofa mengatakan, jumlah perkara yang diterima sepanjang tahun 2020 sebanyak 2.822. Sebagian besar merupakan jenis perkara perkawinan. Seperti perceraian, penguasaan anak, izin poligami, hingga dispensasi nikah. Sedangkan perkara lainnya meliputi kewarisan, hibah, wakaf, penetapan ahli waris dan sebagainya.

Di antara ribuan perkara itu, paling banyak yakni cerai gugat sebanyak 1.395, dan cerai talak sebanyak 528 perkara. “Yang paling banyak perkara perceraian. Untuk gugat cerai rata-rata karena dari pihak istri mengeluhkan soal ekonomi,” terang Mustofa.

Apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, lanjut Mustofa, sebagian besar gugatan cerai oleh pihak istri karena kesulitan ekonomi dampak pandemi. Beberapa suami digugat cerai karena kehilangan pekerjaan dari perusahaan hingga usahanya terancam bangkrut.

“Sehingga nafkah lahir yang mestinya diberikan kepada istri tidak lancar atau bahkan tidak diberi sama sekali,” tambah dia.

Sementara, untuk perkara cerai talak, banyak dilatarbelakangi faktor perselingkuhan dari pihak istri. Di samping itu, juga karena pihak istri yang tidak patuh kepada suami. Sehingga rumah tangganya kerap dilanda pertengkaran.

“Untuk perkara cerai sendiri, selalu kami upayakan tidak lebih dari sebulan prosesnya. Akan lebih cepat jika tidak ada pertentangan dari pihak tergugat,” ungkap Mustofa.

Hal itu dilakukan agar setiap perkara lekas selesai. Sehingga tidak sampai menumpuk berbulan-bulan. Namun, Mustofa juga mengakui ada beberapa perkara yang tak bisa selesai dalam waktu singkat.

“Seperti kewarisan, penetapan harta bersama, maupun penguasaan hak asuh anak,” jelasnya.

Secara umum, sebagian perkara yang diterima PA sudah selesai. Dengan kata lain sudah mendapatkan putusan majelis hakim. Sedangkan yang masih dalam proses tersisa 24 perkara. Sebanyak 23 perkara gugatan, dan 1 permohonan.

“Alhamdulillah penyelesaian perkara tahun 2020 ini mencapai 99,14 persen. Dan ini tertinggi di Jawa Timur,” tandasnya. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/