alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Rp 10,8 Miliar untuk Biaya PJU, Tiap Bulan Rp 900 Juta untuk Listrik

GADINGREJO, Radar Bromo – Tingginya beban penerangan jalan umum (PJU) Kota Pasuruan sepanjang tahun lalu membuat Pemkot meningkatkan alokasi biaya untuk pembayaran tahun ini. Dinas Perhubungan (Dishub) setempat telah menyiapkan Rp 10,8 miliar untuk pembiayaan selama setahun.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala UPT PJU pada Dishub Kota Pasuruan, Muhammad Yusuf mengungkapkan, pihaknya menyiapkan Rp 900 juta untuk membayar tagihan PJU setiap bulannya. Ini naik dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 750 juta setiap bulan. Kenaikan ini berdasarkan analisa beban PJU yang harus dibayar tahun lalu.

“Kami naikkan Rp 150 juta dibandingkan tahun lalu. Untuk tahun ini kami alokasikan Rp 900 juta per bulan. Jadi setahun kami sudah menyiapkan Rp 10,8 miliar,” ungkapnya.

Yusuf menjelaskan, kenaikan ini dikarenakan tagihan PJU, pemkot tahun lalu cukup tinggi. Rata rata setiap bulannya, Dishub harus mengeluarkan Rp 800 juta untuk membayar biaya PJU di seluruh ruas jalan perkotaan. Akibatnya, tahun lalu, Dishub sempat melakukan penambahan dalam perubahan APBD (P-APBD) untuk menutup kekurangannya.

Dishub juga terus berkoordinasi dengan pihak PLN agar jika ada kenaikan telah diberitahu sebelumnya. Tujuannya agar pihaknya sudah siap jika biaya PJU tiba-tiba membengkak. Seandainya alokasi Rp 900 juta per bulan tidak mencukupi, nantinya Dishub akan melakukan penambahan pada P-APBD 2021.

“Insya Allah anggaran yang kami siapkan ini mencukupi. Namun jika ternyata kembali membengkak, kami akan tutup kekurangannya dalam P-APBD mendatang,” sebut Yusuf. (riz/fun)

GADINGREJO, Radar Bromo – Tingginya beban penerangan jalan umum (PJU) Kota Pasuruan sepanjang tahun lalu membuat Pemkot meningkatkan alokasi biaya untuk pembayaran tahun ini. Dinas Perhubungan (Dishub) setempat telah menyiapkan Rp 10,8 miliar untuk pembiayaan selama setahun.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala UPT PJU pada Dishub Kota Pasuruan, Muhammad Yusuf mengungkapkan, pihaknya menyiapkan Rp 900 juta untuk membayar tagihan PJU setiap bulannya. Ini naik dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 750 juta setiap bulan. Kenaikan ini berdasarkan analisa beban PJU yang harus dibayar tahun lalu.

“Kami naikkan Rp 150 juta dibandingkan tahun lalu. Untuk tahun ini kami alokasikan Rp 900 juta per bulan. Jadi setahun kami sudah menyiapkan Rp 10,8 miliar,” ungkapnya.

Yusuf menjelaskan, kenaikan ini dikarenakan tagihan PJU, pemkot tahun lalu cukup tinggi. Rata rata setiap bulannya, Dishub harus mengeluarkan Rp 800 juta untuk membayar biaya PJU di seluruh ruas jalan perkotaan. Akibatnya, tahun lalu, Dishub sempat melakukan penambahan dalam perubahan APBD (P-APBD) untuk menutup kekurangannya.

Dishub juga terus berkoordinasi dengan pihak PLN agar jika ada kenaikan telah diberitahu sebelumnya. Tujuannya agar pihaknya sudah siap jika biaya PJU tiba-tiba membengkak. Seandainya alokasi Rp 900 juta per bulan tidak mencukupi, nantinya Dishub akan melakukan penambahan pada P-APBD 2021.

“Insya Allah anggaran yang kami siapkan ini mencukupi. Namun jika ternyata kembali membengkak, kami akan tutup kekurangannya dalam P-APBD mendatang,” sebut Yusuf. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/