alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Lima Bulan, Tindak 5371 Pelanggar Prokes di Kota Pasuruan

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Kepatuhan masyarakat Kota Pasuruan pada protokoler kesehatan (prokes) masih rendah. Sepanjang 2020, tim gugus tugas menindak 5.371 pelanggar karena tidak mengindahkan prokes. Mayoritas karena minim kesadaran.

Kepala Satpol PP Kota Pasuruan, Yanuar Afriansyah mengungkapkan, penindakan yustisi terus dilakukan. Gugus tugas bersama aparat penegak hukum (APH) rutin melakukan operasi siang dan malam setiap harinya. Selama lima bulan penindakan, ditemukan 5.371 pelanggar prokes.

Rinciannya, pada Agustus ditemukan 1884 pelanggar, September ditemukan 1477 pelanggar, Oktober ditemukan 530 pelanggar, November 822 pelanggar dan Desember ditemukan 658 pelanggar. Pelanggar bervariasi mulai dari pemuda hingga orang tua. Rata rata karena kesadaran yang rendah dari dalam diri mereka.

“Operasi terus rutin kami galakkan. Memang ada penurunan pelanggaran dibandingkan awal awal. Namun kami masih melihat kesadaran masyarakat masih kurang,” ungkapnya.

Yanuar menjelaskan, pihaknya berharap ada kesadaran masyarakat untuk tetap patuh pada prokes. Mulai dari menggunakan masker saat berada di tempat umum hingga menghindari kerumunan. Sebab saat ini pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Apalagi kepatuhan prokes ini untuk keamanan dan kesehatan bersama.

“Operasi serupa kami galakkan. Namun tetap kami minta agar masyarakat patuh. Walau tidak ada operasi kami harapkan tetap patuh pada prokes yang ada,” sebut Yanuar. (riz/fun)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Kepatuhan masyarakat Kota Pasuruan pada protokoler kesehatan (prokes) masih rendah. Sepanjang 2020, tim gugus tugas menindak 5.371 pelanggar karena tidak mengindahkan prokes. Mayoritas karena minim kesadaran.

Kepala Satpol PP Kota Pasuruan, Yanuar Afriansyah mengungkapkan, penindakan yustisi terus dilakukan. Gugus tugas bersama aparat penegak hukum (APH) rutin melakukan operasi siang dan malam setiap harinya. Selama lima bulan penindakan, ditemukan 5.371 pelanggar prokes.

Rinciannya, pada Agustus ditemukan 1884 pelanggar, September ditemukan 1477 pelanggar, Oktober ditemukan 530 pelanggar, November 822 pelanggar dan Desember ditemukan 658 pelanggar. Pelanggar bervariasi mulai dari pemuda hingga orang tua. Rata rata karena kesadaran yang rendah dari dalam diri mereka.

“Operasi terus rutin kami galakkan. Memang ada penurunan pelanggaran dibandingkan awal awal. Namun kami masih melihat kesadaran masyarakat masih kurang,” ungkapnya.

Yanuar menjelaskan, pihaknya berharap ada kesadaran masyarakat untuk tetap patuh pada prokes. Mulai dari menggunakan masker saat berada di tempat umum hingga menghindari kerumunan. Sebab saat ini pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Apalagi kepatuhan prokes ini untuk keamanan dan kesehatan bersama.

“Operasi serupa kami galakkan. Namun tetap kami minta agar masyarakat patuh. Walau tidak ada operasi kami harapkan tetap patuh pada prokes yang ada,” sebut Yanuar. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/