alexametrics
24C
Probolinggo
Saturday, 23 January 2021

Stok Garam di Kab Pasuruan Masih Tersisa 2.200 Ton

BANGIL, Radar Bromo – Sampai awal Desember ini, stok garam hasil produksi petambak garam di Kabupaten Pasuuran belum seluruhnya terserap pasar. Masih ada 2.200 ton garam yang disimpan petambak garam.

Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Slamet Nurhandoyo mengatakan, produksi garam mayoritas sudah selesai pada akhir Oktober. Sebab, mulai November hujan sudah turun. Sehingga, petambak garam memilih tidak melanjutkan produksinya.

“Semua produksi sudah selesai pada akhir Oktober. Kendati memang belum semua garam yang dipanen terserap pasar,” terangnya.

Dari total produksi garam sebanyak 9.046,54 ton, masih ada 2.200 ton garam yang belum terserap pasar. Selain belum terbeli, ada juga yang disimpan lantaran harga dinilai masih rendah.

Tercatat harga garam di akhir panen sekitar Rp 350 per kilogramnya. Harga ini sedikit lebih tinggi dibanding saat panen raya pada September – Oktober yang di kisaran Rp 280-330 per kilogram.

Saat panen raya menurut Slamet, memang biasanya tidak semua hasil garam terserap pasar. Sehingga, garam biasanya disimpan terlebih dahulu sampai harga lebih tinggi.

Karena itu penting membangun gudang garam di Kabupaten Pasuruan. Dinas Perikanan pun kembali mengajukan ke Pusat untuk tahun depan.

“Sudah kami ajukan lagi usulan pembangunan gudang garam ke Pusat. Tapi memang belum ada informasi lebih lanjut. Harapannya bisa segera ada untuk kebutuhan penyimpanan garam di Kabupaten Pasuruan,” ujarnya. (eka/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU