alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Duh, Gedung Sentra Pia Mangkrak Lagi, Hanya Beroperasi Dua Bulan

GEMPOL, Radar Bromo – Keramaian para pedagang pia di Gedung Sentra Pia, di Dusun Warurejo, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, hanya mampu bertahan sekitar dua bulan. Kini, gedung yang dibangun dengan anggaran Rp 2,6 miliar dari APBD Kabupaten Pasuruan, itu ditinggalkan pedagang karena sepi pembeli.

Gedung Sentra Pia, ini dibangun di tanah kas desa (TKD) Desa Kejapanan. Pembangunannya dilakukan dua tahap pada 2017 dan 2019. Gedung yang diharapkan menjadi pusat oleh-oleh khas Kabupaten Pasuruan, ini dilengkapi dengan sejumlah fasilitas penunjang. Seperti, tempat parkir yang cukup luas, gazebo, dan toilet.

Pada 1 Maret lalu, sempat beroperasi. Sejumlah UKM pia di Dusun Warurejo, berjualan di sana. Namun, tidak bertahan lama. Hanya sekitar dua bulan, mereka meninggalkan gedung ini.

“Gedungnya yang membangun Pemkab melalui Disperindag. Setelah tuntas, pengelolaannya kami serahkan sepenuhnya ke Pemerintah Desa Kejapanan, karena berada di atas lahan TKD,” ujar Kasi Sarana Prasarana Disperindag Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Zuhri.

Bila kemudian mangkrak, menurut Syaifudin Zuhri, hal itu menjadi tanggung jawab Pemdes. “Di lapangan bukan kewenangan kami lagi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Desa Kejapanan Randi Saputra membenarkan jika Gedung Sentra Pia, tidak beroperasi lagi. “Sempat operasional sekitar dua bulan dan ditempati koperasi kumpulan pengusaha pia di Dusun Warurejo. Ternyata sepi pembeli, sehingga berhenti jualan sampai saat ini. Padahal, berada di tepi jalan nasional akses menuju tol,” ujarnya.

Namun, Randi mengaku masih terus berusaha untuk menghidupkan kembali Gedung Sentra Pia. Sebab, tempat ini bisa menjadi pusat oleh-oleh berupa jajanan pia khas Kejapanan. “Akan segera kami musyawarahkan dulu dan rencanakan sebaik-baiknya untuk melengkapi fasilitas Gedung Sentra Pia. Biar bisa operasional lagi dan ramai pembeli,” ujarnya. (zal/rud)

GEMPOL, Radar Bromo – Keramaian para pedagang pia di Gedung Sentra Pia, di Dusun Warurejo, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, hanya mampu bertahan sekitar dua bulan. Kini, gedung yang dibangun dengan anggaran Rp 2,6 miliar dari APBD Kabupaten Pasuruan, itu ditinggalkan pedagang karena sepi pembeli.

Gedung Sentra Pia, ini dibangun di tanah kas desa (TKD) Desa Kejapanan. Pembangunannya dilakukan dua tahap pada 2017 dan 2019. Gedung yang diharapkan menjadi pusat oleh-oleh khas Kabupaten Pasuruan, ini dilengkapi dengan sejumlah fasilitas penunjang. Seperti, tempat parkir yang cukup luas, gazebo, dan toilet.

Pada 1 Maret lalu, sempat beroperasi. Sejumlah UKM pia di Dusun Warurejo, berjualan di sana. Namun, tidak bertahan lama. Hanya sekitar dua bulan, mereka meninggalkan gedung ini.

“Gedungnya yang membangun Pemkab melalui Disperindag. Setelah tuntas, pengelolaannya kami serahkan sepenuhnya ke Pemerintah Desa Kejapanan, karena berada di atas lahan TKD,” ujar Kasi Sarana Prasarana Disperindag Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Zuhri.

Bila kemudian mangkrak, menurut Syaifudin Zuhri, hal itu menjadi tanggung jawab Pemdes. “Di lapangan bukan kewenangan kami lagi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Desa Kejapanan Randi Saputra membenarkan jika Gedung Sentra Pia, tidak beroperasi lagi. “Sempat operasional sekitar dua bulan dan ditempati koperasi kumpulan pengusaha pia di Dusun Warurejo. Ternyata sepi pembeli, sehingga berhenti jualan sampai saat ini. Padahal, berada di tepi jalan nasional akses menuju tol,” ujarnya.

Namun, Randi mengaku masih terus berusaha untuk menghidupkan kembali Gedung Sentra Pia. Sebab, tempat ini bisa menjadi pusat oleh-oleh berupa jajanan pia khas Kejapanan. “Akan segera kami musyawarahkan dulu dan rencanakan sebaik-baiknya untuk melengkapi fasilitas Gedung Sentra Pia. Biar bisa operasional lagi dan ramai pembeli,” ujarnya. (zal/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/