Sesalkan Warga yang Terabas Masuk ke Taman-RTH

HARUSYA BELUM BOLEH: Suasana di Taman Kota di Jalan Pahlawan saat sore hari. Sejatinya sejumlah taman dan ruang terbuka hijau di Kota Pasuruan, masih ditutup untuk umum. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO, Radar Bromo РSejumlah taman maupun ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Pasuruan masih belum dibuka untuk umum. Kendati demikian, banyak masyarakat yang tetap menggunakan areal sekitar taman untuk kumpul atau kegiatan bersama keluarga. Kondisi ini sangat disesalkan oleh Pemkot Pasuruan.

Seperti yang kerap terlihat di Taman Kota di Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Setiap sore, banyak masyarakat yang kerap menghabiskan waktu di lokasi ini. Bahkan saat akhir pekan, jumlah pengunjung yang datang semakin banyak. Sebab areal depan taman setempat digunakan oleh komunitas untuk menggelar lapak.

Kepala Diskominfo Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat mengungkapkan, seluruh taman dan RTH di Kota Pasuruan sejatinya masih belum dibuka untuk umum. Masyarakat juga belum boleh memanfaatkan taman, meskipun hanya areal sekitar taman. Bahkan hanya sekedar untuk kegiatan berkumpul, juga belum boleh dilakukan.

“Tentu tidak boleh, meski hanya areal sekitar. Sebab kan masih ditutup untuk umum. Yang boleh digunakan itu hanya alun-alun. Itupun dalam kategori terbatas seperti olahraga. Nanti kondisi ini akan kami tindaklanjuti,” ungkapnya.

Kokoh menjelaskan, kebijakan belum dibukanya taman didasarkan sejumlah pertimbangan. Diantaranya Kota Pasuruan masih masuk zona merah penyebaran Covid-19 di Jatim. Pihaknya tidak ingin jika dibuka, taman justru menjadi sumber penyebaran baru Covid-19 di Kota Pasuruan.

Namun kebijakan ini sendiri tidak akan kaku. Pemkot bakal melakukan evaluasi terkait kebijakan penutupan taman secara berkala.

Ia berharap masyarakat ikut mendukung kebijakan pemkot tersebut dengan tetap mematuhi aturan dan protokol kesehatan yang berlaku. Meski hanya untuk kumpul di taman. Pihaknya meminta agar tidak dilakukan. Jika mereka ingin melakukan kegiatan yang mengumpulkan massa, masyarakat bisa menggunakan alun-alun yang sudah dibuka. Tentu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Gelar lapak baca memang positif. Tapi kan taman masih ditutup. Kalau memang ingin melakukan aktivitas pengumpulan massa, bisa menggunakan alun-alun. Cuma protokol kesehatan seperti jaga jarak dan tetap bermasker, harus diutamakan,” sebut Kokoh. (riz/fun)