Relokasi PKL di Kota Pasuruan Terkendala Lahan

PANGGUNGREJO, Radar Bromo РRencana untuk menata ulang keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Pasuruan terus berlanjut. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat memastikan, pelaksanaan relokasi ini tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Penyebanya, sampai sekarang Disperindag masih harus mencari lokasi yang tepat bagi PKL nantinya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disperindag Kota Pasuruan, Lucky Danardono mengungkapkan, keinginan untuk menata ulang PKL di Kota Pasuruan masih ada. Sebab pihaknya menilai keberadaan PKL saat ini masih semrawut. Banyak PKL yang berjualan di lokasi yang tidak semestinya seperti menggunakan trotoar jalan atau di fasilitas publik misal di alun-alun.

Selama ini, pemkot rutin memberikan sosialisasi agar pedagang tidak berjualan di lokasi yang terlarang. Namun upaya pencegahan di lapangan masih terkendala areal pengganti bagi mereka berjualan. Sehingga meski diperingatkan berulang kali, pedagang masih saja kembali ke lokasi tersebut. Dan saat ini pihaknya masih memcari solusi terkait hal ini.

“Misalnya nanti ada lokasi areal bagi PKL berjualan, maka penindakan akan jadi lebih mudah. Selama ini kan hanya teguran,”ungkapnya.

Lucky menjelaskan, pihaknya membutuhkan lokasi yang tepat bagi lahan berjualan untuk PKL nantinya. Lokasi harus mudah dijangkau, strategis dan memiliki sejumlah sarana penunjang.

“Mereka pasti menolak jika lokasinya misal jauh dari keramaian atau gelap. Nah saat ini kami masih berupaya mencari lokasi yang tepat. Kalau memang perlu akan dikaji. Lokasi tersebut diharapkan bisa menampung seluruh PKL di Kota Pasuruan,” sebut Lucky (riz/fun)