alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Hore… Ada Internet Gratis di Taman Kota Pasuruan

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Langkah Kota Pasuruan menuju smart city semakin nyata. Jumat (4/6), Wali Kota Saifullah Yusuf meluncurkan fasilitas wifi untuk warganya di taman-taman kota. Internet gratis.

Saifullah (Gus Ipul) meluncurkan wifi gratis itu di halaman Radio Ramapati, Taman Kota. Fasilitas baru itu bahkan langsung diuji coba. Gus Ipul menyapa beberapa warga yang tergabung dalam zoom meeting menggunakan wifi gratis. Mereka mengikuti dari kantor kelurahan dan beberapa taman.

Menurut Gus Ipul, wifi gratis diberikan agar masyarakat lebih mudah mengakses internet. Zaman sudah memasuki era revolusi industri 4.0. Internet menjadi salah satu kebutuhan masyarakat.

Untuk berkomunikasi jarak jauh, cukup lewat internet. Melalui video call misalnya. Lebih-lebih, pandemi Covid-19 memberikan pembelajaran penting bagi masyarakat. Untuk tetap produktif meski tidak berinteraksi secara langsung.

”Anak-anak sekolah yang sebelumnya belajar daring juga sangat memerlukan internet,” katanya.

Gus Ipul memastikan wifi gratis diberikan kepada masyarakat luas. Agar kebutuhan masyarakat mengakses internet lebih terjangkau. Mereka yang sedang antre di kantor pelayanan, seperti kelurahan, bisa memanfaatkan wifi gratis. Termasuk warga yang sedang bersantai di taman juga bisa menggunakannya.

”Kami berharap wifi gratis ini membantu masyarakat. Anak-anak yang butuh mengerjakan tugas misalnya,” ucapnya.

Di samping itu, ketersediaan wifi gratis diharapkan bisa mendorong masyarakat untuk cakap digital. Mereka bisa memborong beragam informasi dan pengetahuan melalui internet. Apalagi untuk berbisnis. Dengan begitu, Kota Pasuruan dengan sendirinya lebih maju.

Sejauh ini, jaringan wifi gratis itu sudah tersedia di banyak tempat. Seluruh kantor dinas di lingkungan Pemkot Pasuruan ada. Kantor-kantor kecamatan dan kelurahan juga ada. Yang tidak kalah penting, wifi gratis itu juga disediakan di taman-taman serta ruang terbuka hijau di berbagai penjuru kota.

”Ke depannya kami berupaya menyediakan wifi gratis sampai tingkat RT/RW,” ujarnya. Prosesnya masih diinventarisasi mana yang akan dipasang lebih dulu. Sebab, harus dipastikan balai RT dan balai RW juga memadai.

Kemarin Gus Ipul melakukan zoom meeting dengan warga. Salah satunya, Kholifah, pegiat karang taruna di Kelurahan Tambaan. Dia bertanya bagaimana sekarang dengan adanya wifi gratis.

”Alhamdulillah kami terbantu. Anak-anak bisa memanfaatkannya untuk sekolah daring,” jawab Kholifah. Dia juga mengatakan wifi gratis itu bisa digunakan UMKM untuk menggencarkan promosi secara online.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat menambahkan, wifi gratis itu diberikan dengan kapasitas maksimum transfer data mencapai 1,7 GB. Pemkot mengeluarkan anggaran senilai Rp 4,5 miliar dari APBD 2021 untuk merealisasikan wifi gratis itu.

”Rencananya di semua taman kota ada 9 titik bisa diakses,” sebutnya.

Kokoh menyatakan sedang berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP). Sejauh ini lima taman yang sudah dibuka untuk masyarakat. ”Tapi, harus tetap mematuhi protokol kesehatan,” ungkap Kokoh. (tom/far)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Langkah Kota Pasuruan menuju smart city semakin nyata. Jumat (4/6), Wali Kota Saifullah Yusuf meluncurkan fasilitas wifi untuk warganya di taman-taman kota. Internet gratis.

Saifullah (Gus Ipul) meluncurkan wifi gratis itu di halaman Radio Ramapati, Taman Kota. Fasilitas baru itu bahkan langsung diuji coba. Gus Ipul menyapa beberapa warga yang tergabung dalam zoom meeting menggunakan wifi gratis. Mereka mengikuti dari kantor kelurahan dan beberapa taman.

Menurut Gus Ipul, wifi gratis diberikan agar masyarakat lebih mudah mengakses internet. Zaman sudah memasuki era revolusi industri 4.0. Internet menjadi salah satu kebutuhan masyarakat.

Untuk berkomunikasi jarak jauh, cukup lewat internet. Melalui video call misalnya. Lebih-lebih, pandemi Covid-19 memberikan pembelajaran penting bagi masyarakat. Untuk tetap produktif meski tidak berinteraksi secara langsung.

”Anak-anak sekolah yang sebelumnya belajar daring juga sangat memerlukan internet,” katanya.

Gus Ipul memastikan wifi gratis diberikan kepada masyarakat luas. Agar kebutuhan masyarakat mengakses internet lebih terjangkau. Mereka yang sedang antre di kantor pelayanan, seperti kelurahan, bisa memanfaatkan wifi gratis. Termasuk warga yang sedang bersantai di taman juga bisa menggunakannya.

”Kami berharap wifi gratis ini membantu masyarakat. Anak-anak yang butuh mengerjakan tugas misalnya,” ucapnya.

Di samping itu, ketersediaan wifi gratis diharapkan bisa mendorong masyarakat untuk cakap digital. Mereka bisa memborong beragam informasi dan pengetahuan melalui internet. Apalagi untuk berbisnis. Dengan begitu, Kota Pasuruan dengan sendirinya lebih maju.

Sejauh ini, jaringan wifi gratis itu sudah tersedia di banyak tempat. Seluruh kantor dinas di lingkungan Pemkot Pasuruan ada. Kantor-kantor kecamatan dan kelurahan juga ada. Yang tidak kalah penting, wifi gratis itu juga disediakan di taman-taman serta ruang terbuka hijau di berbagai penjuru kota.

”Ke depannya kami berupaya menyediakan wifi gratis sampai tingkat RT/RW,” ujarnya. Prosesnya masih diinventarisasi mana yang akan dipasang lebih dulu. Sebab, harus dipastikan balai RT dan balai RW juga memadai.

Kemarin Gus Ipul melakukan zoom meeting dengan warga. Salah satunya, Kholifah, pegiat karang taruna di Kelurahan Tambaan. Dia bertanya bagaimana sekarang dengan adanya wifi gratis.

”Alhamdulillah kami terbantu. Anak-anak bisa memanfaatkannya untuk sekolah daring,” jawab Kholifah. Dia juga mengatakan wifi gratis itu bisa digunakan UMKM untuk menggencarkan promosi secara online.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat menambahkan, wifi gratis itu diberikan dengan kapasitas maksimum transfer data mencapai 1,7 GB. Pemkot mengeluarkan anggaran senilai Rp 4,5 miliar dari APBD 2021 untuk merealisasikan wifi gratis itu.

”Rencananya di semua taman kota ada 9 titik bisa diakses,” sebutnya.

Kokoh menyatakan sedang berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP). Sejauh ini lima taman yang sudah dibuka untuk masyarakat. ”Tapi, harus tetap mematuhi protokol kesehatan,” ungkap Kokoh. (tom/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/