alexametrics
25.8 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Warga Pasuruan Rela Antre Mengular demi Minyak Goreng Curah

PASURUAN, Radar Bromo – Harga minyak goreng kemasan melonjak tinggi setelah pemerintah mencabut harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 14 ribu per liter. Kondisi ini membuat harga minyak goreng kemasan melonjak naik. Warga pun banyak beralih ke minyak goreng curah.

Mereka bahkan rela antre demi mendapat minyak goreng curah. Harganya jauh lebih murah. Yaitu, Rp 14 ribu per liter.

Antrean warga ini terlihat Senin (4/4) di sebuah toko di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Puluhan warga antre untuk mendapatkan minyak goreng curah dengan harga Rp 14 ribu per liter.

Antrean bahkan terjadi sejak pukul 07.00. Warga yang ingin membeli minyak goreng curah berkumpul di emperan toko di Jalan Hasanudin. Masing-masing membawa jeriken, mereka berjejer rapi menunggu giliran membeli minyak goreng curah.

Salah satunya Farida, 38. Dengan membawa jereken ukuran 5 liter, ia antre sejak pukul 07.00. Menurutnya, tak masalah antre panjang. Yang penting bisa membeli minyak goreng untuk keperluan memasak.

“Yang penting bisa beli. Kalau yang kemasan kan cenderung lebih mahal. Antre lama dikit tidak apa-apa,” katanya.

Farida menjelaskan, pembelian minyak goreng curah pagi itu dibatasi. Warga yang datang tidak bisa membeli semaunya. Pihak toko membatasi hanya 5 liter per orang.

PASURUAN, Radar Bromo – Harga minyak goreng kemasan melonjak tinggi setelah pemerintah mencabut harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 14 ribu per liter. Kondisi ini membuat harga minyak goreng kemasan melonjak naik. Warga pun banyak beralih ke minyak goreng curah.

Mereka bahkan rela antre demi mendapat minyak goreng curah. Harganya jauh lebih murah. Yaitu, Rp 14 ribu per liter.

Antrean warga ini terlihat Senin (4/4) di sebuah toko di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Puluhan warga antre untuk mendapatkan minyak goreng curah dengan harga Rp 14 ribu per liter.

Antrean bahkan terjadi sejak pukul 07.00. Warga yang ingin membeli minyak goreng curah berkumpul di emperan toko di Jalan Hasanudin. Masing-masing membawa jeriken, mereka berjejer rapi menunggu giliran membeli minyak goreng curah.

Salah satunya Farida, 38. Dengan membawa jereken ukuran 5 liter, ia antre sejak pukul 07.00. Menurutnya, tak masalah antre panjang. Yang penting bisa membeli minyak goreng untuk keperluan memasak.

“Yang penting bisa beli. Kalau yang kemasan kan cenderung lebih mahal. Antre lama dikit tidak apa-apa,” katanya.

Farida menjelaskan, pembelian minyak goreng curah pagi itu dibatasi. Warga yang datang tidak bisa membeli semaunya. Pihak toko membatasi hanya 5 liter per orang.

MOST READ

BERITA TERBARU

/