alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Terminal Wisata Kembali Dibuka usai Setahun Ditutup

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Terminal Wisata di Kota Pasuruan kembali dibuka. Selama sekitar setahun terakhir, terminal itu ditutup lantaran pandemi. Dibukanya kembali Terminal Wisata, sebagai persiapan menyambut Ramadan.

Keberadaan terminal itu sejatinya sebagai tempat persinggahan. Rombongan wisatawan religi yang datang dari berbagai daerah, biasanya singgah di sana. Mereka lantas menuju pesarehan KH Abdul Hamid dengan berjalan kaki atau menumpangi becak wisata.

Memasuki bulan suci, jumlah peziarah di makam Mbah Hamid diprediksi bakal lebih banyak. Terutama dibandingkan hari-hari biasa. Karena pertimbangan itulah, Pemkot Pasuruan membuka kembali Terminal Wisata.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf sempat meninjau langsung kesiapan terminal dalam menyambut bulan suci Ramadan. ”Menyambut Ramadan, terminal ini kami buka lagi,” kata Gus Ipul, ketika berada di Terminal Wisata Kota Pasuruan, Sabtu (3/4).

HIDUPKAN WISATA: Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf saat meninjau Terminal Wisata, Sabtu (3/4) lalu. (Foto M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Dia merasa perlu memastikan kesiapan terminal. ”Sebab sudah beberapa bulan ditutup, karena pandemi jadi harus dipastikan kesiapannya untuk bulan puasa,” tambahnya.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu juga berkeliling ke terminal. Berinteraksi dengan tukang becak wisata maupun pedagang di sana. Dia meminta seluruh petugas serta pedagang dan tukang becak wisata tetap mematuhi protokol kesehatan. Pemkot juga akan menambah fasilitas cuci tangan bagi pengunjung.

Secara umum, Gus Ipul menyebut kondisi terminal sudah bagus. ”Jadi ndak ada yang perlu diubah lagi. Ini sudah bagus kok,” katanya.

Tetapi sebagai pusat singgah pengunjung, terminal itu tetap harus ditata lebih baik lagi. Sehingga warga maupun para peziarah yang berada di sana bisa nyaman dan betah.

Kira-kira, apa saja yang perlu ditata? ”Ya kebersihannya dijaga, fasilitas harus memadai, lampunya kalau bisa lebih terang sehingga orang dan peziarah nyaman di sini,” tuturnya.

Selain itu, dia juga mengatakan ke depannya akan ditambahkan spot foto di kawasan terminal. Para pedagang yang berjualan juga diarahkan mengikuti tema-tema tertentu. Misalnya akan ada yang khusus berjualan nasi kebuli, nasi mandi, serta kuliner khas timur tengah.

“Rawon khas Pasuruan juga harus ada yang jual sehingga nuansa Pasuruan bisa terasa,” kata Gus Ipul. (tom/fun)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Terminal Wisata di Kota Pasuruan kembali dibuka. Selama sekitar setahun terakhir, terminal itu ditutup lantaran pandemi. Dibukanya kembali Terminal Wisata, sebagai persiapan menyambut Ramadan.

Keberadaan terminal itu sejatinya sebagai tempat persinggahan. Rombongan wisatawan religi yang datang dari berbagai daerah, biasanya singgah di sana. Mereka lantas menuju pesarehan KH Abdul Hamid dengan berjalan kaki atau menumpangi becak wisata.

Memasuki bulan suci, jumlah peziarah di makam Mbah Hamid diprediksi bakal lebih banyak. Terutama dibandingkan hari-hari biasa. Karena pertimbangan itulah, Pemkot Pasuruan membuka kembali Terminal Wisata.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf sempat meninjau langsung kesiapan terminal dalam menyambut bulan suci Ramadan. ”Menyambut Ramadan, terminal ini kami buka lagi,” kata Gus Ipul, ketika berada di Terminal Wisata Kota Pasuruan, Sabtu (3/4).

HIDUPKAN WISATA: Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf saat meninjau Terminal Wisata, Sabtu (3/4) lalu. (Foto M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Dia merasa perlu memastikan kesiapan terminal. ”Sebab sudah beberapa bulan ditutup, karena pandemi jadi harus dipastikan kesiapannya untuk bulan puasa,” tambahnya.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu juga berkeliling ke terminal. Berinteraksi dengan tukang becak wisata maupun pedagang di sana. Dia meminta seluruh petugas serta pedagang dan tukang becak wisata tetap mematuhi protokol kesehatan. Pemkot juga akan menambah fasilitas cuci tangan bagi pengunjung.

Secara umum, Gus Ipul menyebut kondisi terminal sudah bagus. ”Jadi ndak ada yang perlu diubah lagi. Ini sudah bagus kok,” katanya.

Tetapi sebagai pusat singgah pengunjung, terminal itu tetap harus ditata lebih baik lagi. Sehingga warga maupun para peziarah yang berada di sana bisa nyaman dan betah.

Kira-kira, apa saja yang perlu ditata? ”Ya kebersihannya dijaga, fasilitas harus memadai, lampunya kalau bisa lebih terang sehingga orang dan peziarah nyaman di sini,” tuturnya.

Selain itu, dia juga mengatakan ke depannya akan ditambahkan spot foto di kawasan terminal. Para pedagang yang berjualan juga diarahkan mengikuti tema-tema tertentu. Misalnya akan ada yang khusus berjualan nasi kebuli, nasi mandi, serta kuliner khas timur tengah.

“Rawon khas Pasuruan juga harus ada yang jual sehingga nuansa Pasuruan bisa terasa,” kata Gus Ipul. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/