Dampak Korona, Realisasi Retribusi Wisata Kab Pasuruan Hanya Segini

LENGANG: Pemandian Alam Banyubiru, di Kecamatan Winongan, salah satu tempat wisata yang dikelola Pemkab Pasuruan. Pada triwulan pertama 2020, pendapatan retribusi wisata tak mencapai target. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

WINONGAN, Radar Bromo – Mewabahnya virus korona berdampak pada sejumlah sektor. Termasuk pada pendapatan retribusi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Sampai triwulan pertama 2020, realisasi retribusi tempat wisata yang dikelola Pemkab Pasuruan, hanya mencapai Rp 216 juta. Jumlah ini hanya 21,6 persen dari target yang ditetapkan Rp 1 miliar.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono, mengatakan dari data Disparbud, realisasi retribusi wisata sementara ini hanya tercapai Rp 216 juta. “Kalau melihat target triwulanan seharusnya realisasinya bisa mencapai 25 persen. Namun, sampai triwulan kemarin hanya Rp 216 juta atau hanya 21,6 persen dari target,” ujarnya.

Menurutnya, menurunnya pendapatan retribusi wisata ini banyak terimbas dari wabah Covid-19. Apalagi, sejak pertengahan bulan kemarin Disparbud, menutup empat lokasi wisata yang dikelolanya. Yakni, Pemandian Alam Banyubiru; Danau Ranu Grati; pintu masuk di Tosari; dan Museum Cheng Hoo Pandaan.

Pada awal tahun, kata Gunawan, memang masuk low season dan tidak ada liburan sekolah. Sehingga, retribusi banyak didapat hanya saat akhir pekan. “Selain awal tahun memang musim low season, juga sejak awal Maret kemarin cenderung ada penurunan karena banyak berita wabah korona. Setelah Indonesia juga ada wabah korona, pertengahan Maret juga kami sudah menutup tempat wisata,” jelasnya.

Dari catatan Disparbud, pada Maret, pendapatan retribusi wisata hanya Rp 23 juta. Angka ini jauh lebih kecil dibanding Januari-Februari, yang mencapai Rp 193,689 juta.

Dengan makin diperpanjangnya penutupan tempat wisata sampai wabah korona mereda, menurut Gunawan, jelas akan sangat berpengaruh pada pendapatan retribusi wisata.

“Karena kebijakan menutup tempat wisata sampai wabah korona mereda, jelas akan sangat berpengaruh pada retribusi wisata. Namun, untuk kebaikan bersama, memang tempat wisata yang menjadi tempat berkumpulnya orang harus kami tutup,” ujarnya. (eka/rud)