alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Dua Desa di Winongan Juga Tergenang Banjir

WINONGAN, Radar Bromo- Hujan lebat yang terjadi di Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya juga menyebabkan banjir di dua desa di Kecamatan Winongan, Rabu (3/2). Namun banjir yang terjadi tidak separah sebelumnya, yang mencapai satu meter lebih.

Berdasarkan data yang dihimpun, banjir di Winongan terjadi di Desa Prodo dan Desa Bandaran. Ketinggian banjir diperkirakan kurang lebih 80 sentimeter.

Sampai Kamis (4/2) pukul 10.00, beberapa rumah warga di Desa Prodo masih tergenang. Sejumlah rumah juga masih tergenang air. Namun air berangsur-angsur surut.

Kepala Desa Prodo Lukman Hakim mengatakan, banjir kali ini tidak besar seperti sebelum-sebelumnya. Banjir langsung surut ketika pagi tiba. “Lebih besar banjir yang datang sebelumnya, yang akhir tahun lalu. Ini banjirnya hanya lewat,” katanya.

Ia menjelaskan, banjir mulai masuk permukiman warga sekitar pukul 22.00. Saat itu sungai besar jurusan sungai Rejoso meluap. Warga yang hendak tidur kemudian bersiaga untuk mengantisipasi luberan air lebih besar. Benar saja, pukul 02.00 air yang datang makin besar.

“Ketinggiannya sampai sekitar paha orang dewasa atau 80 sentimeter. Tapi beberapa jam kemudian surut lagi. Dan banjirnya tidak membawa lumpur,” katanya.

Ia berharap daerahnya yang menjadi langganan banjir mendapat perhatian. Terlebih untuk normalisasi sungai yang memamg butuh dilakukan.

Camat Winongan Basmi mengatakan, banjir memang terjadi di dua desa di wilayahnya. Namun banjir tidak separah sebelumnya. Dan banjir tersebut juga tidak mengganggu kegiatan warga.

“Banjir biasa hanya genangan dan sudah surut. Tidak ada korban jiwa atau materiil yang disebabkan banjir,” katanya. (sid/hn)

WINONGAN, Radar Bromo- Hujan lebat yang terjadi di Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya juga menyebabkan banjir di dua desa di Kecamatan Winongan, Rabu (3/2). Namun banjir yang terjadi tidak separah sebelumnya, yang mencapai satu meter lebih.

Berdasarkan data yang dihimpun, banjir di Winongan terjadi di Desa Prodo dan Desa Bandaran. Ketinggian banjir diperkirakan kurang lebih 80 sentimeter.

Sampai Kamis (4/2) pukul 10.00, beberapa rumah warga di Desa Prodo masih tergenang. Sejumlah rumah juga masih tergenang air. Namun air berangsur-angsur surut.

Kepala Desa Prodo Lukman Hakim mengatakan, banjir kali ini tidak besar seperti sebelum-sebelumnya. Banjir langsung surut ketika pagi tiba. “Lebih besar banjir yang datang sebelumnya, yang akhir tahun lalu. Ini banjirnya hanya lewat,” katanya.

Ia menjelaskan, banjir mulai masuk permukiman warga sekitar pukul 22.00. Saat itu sungai besar jurusan sungai Rejoso meluap. Warga yang hendak tidur kemudian bersiaga untuk mengantisipasi luberan air lebih besar. Benar saja, pukul 02.00 air yang datang makin besar.

“Ketinggiannya sampai sekitar paha orang dewasa atau 80 sentimeter. Tapi beberapa jam kemudian surut lagi. Dan banjirnya tidak membawa lumpur,” katanya.

Ia berharap daerahnya yang menjadi langganan banjir mendapat perhatian. Terlebih untuk normalisasi sungai yang memamg butuh dilakukan.

Camat Winongan Basmi mengatakan, banjir memang terjadi di dua desa di wilayahnya. Namun banjir tidak separah sebelumnya. Dan banjir tersebut juga tidak mengganggu kegiatan warga.

“Banjir biasa hanya genangan dan sudah surut. Tidak ada korban jiwa atau materiil yang disebabkan banjir,” katanya. (sid/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/