alexametrics
30.3 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Usai Dibongkar, Gedung Baru di SDN Gentong DIbangun

PASURUAN, Radar Bromo– Pembongkaran gedung bekas ambruk di SDN Gentong rampung. Setelah bangunan empat kelas itu rata dengan tanah, pembangunan gedung baru kini dimulai. Sesuai rencana, gedung baru yang tengah dibangun terdiri dari delapan ruang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Mualif Arif menerangkan, pihaknya intens berkoordinasi dengan Kementerian PUPR. Terutama Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur yang ditunjuk pemerintah pusat untuk merealisasikan pembangunan gedung baru itu.

“Setelah selesai pembongkaran sekaligus pembersihan akhir tahun kemarin, langsung kami laporkan ke kementerian,” ungkapnya.

Pembongkaran gedung yang sempat ambruk pada 2019 lalu itu dilakukan Pemkot sendiri. Kegiatan itu menghabiskan anggaran sekitar Rp 26 juta. Sedangkan untuk membangun gedung baru, ditangani pemerintah pusat. Anggarannya sekitar Rp 2,7 miliar. “Setelah selesai dibongkar langsung dibangun,” ujarnya.

Menurut Ayik-sapaan Mualif Arif, proyek itu dikerjakan dengan skema multiyears. Karena itu, pekerjaan bisa berlangsung dengan melampaui tahun anggaran. Proyek itu sebenarnya sudah bisa dimulai sekitar Oktober 2020 lalu. Akan tetapi, pembongkaran gedung baru bisa dilakukan akhir tahun kemarin.

“Karena kami masih menunggu penetapan pengadilan, sebab sebelumnya kan masih ada garis polisi jadi kami tidak bisa melakukan kegiatan sebelum ada penetapan pengadilan,” bebernya.

Lebih lanjut, Ayik menerangkan jika gedung yang baru itu tidak dibangun di lokasi yang sama dengan bangunan lama. Melainkan bergeser di sisi belakang. Gedungnya juga terdiri dari dua lantai dengan delapan ruangan. “Jadi bukan di lokasi yang gedungnya baru dirobohkan kemarin. Tapi disisi belakang,” sebutnya.

Proyek itu diharapkan bisa rampung tahun ini. “Diperkirakan, pekerjaan sampai akhir Mei nanti,” pungkasnya. (tom/fun)

PASURUAN, Radar Bromo– Pembongkaran gedung bekas ambruk di SDN Gentong rampung. Setelah bangunan empat kelas itu rata dengan tanah, pembangunan gedung baru kini dimulai. Sesuai rencana, gedung baru yang tengah dibangun terdiri dari delapan ruang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Mualif Arif menerangkan, pihaknya intens berkoordinasi dengan Kementerian PUPR. Terutama Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur yang ditunjuk pemerintah pusat untuk merealisasikan pembangunan gedung baru itu.

“Setelah selesai pembongkaran sekaligus pembersihan akhir tahun kemarin, langsung kami laporkan ke kementerian,” ungkapnya.

Pembongkaran gedung yang sempat ambruk pada 2019 lalu itu dilakukan Pemkot sendiri. Kegiatan itu menghabiskan anggaran sekitar Rp 26 juta. Sedangkan untuk membangun gedung baru, ditangani pemerintah pusat. Anggarannya sekitar Rp 2,7 miliar. “Setelah selesai dibongkar langsung dibangun,” ujarnya.

Menurut Ayik-sapaan Mualif Arif, proyek itu dikerjakan dengan skema multiyears. Karena itu, pekerjaan bisa berlangsung dengan melampaui tahun anggaran. Proyek itu sebenarnya sudah bisa dimulai sekitar Oktober 2020 lalu. Akan tetapi, pembongkaran gedung baru bisa dilakukan akhir tahun kemarin.

“Karena kami masih menunggu penetapan pengadilan, sebab sebelumnya kan masih ada garis polisi jadi kami tidak bisa melakukan kegiatan sebelum ada penetapan pengadilan,” bebernya.

Lebih lanjut, Ayik menerangkan jika gedung yang baru itu tidak dibangun di lokasi yang sama dengan bangunan lama. Melainkan bergeser di sisi belakang. Gedungnya juga terdiri dari dua lantai dengan delapan ruangan. “Jadi bukan di lokasi yang gedungnya baru dirobohkan kemarin. Tapi disisi belakang,” sebutnya.

Proyek itu diharapkan bisa rampung tahun ini. “Diperkirakan, pekerjaan sampai akhir Mei nanti,” pungkasnya. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/