alexametrics
26.5 C
Probolinggo
Saturday, 21 May 2022

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Kab Pasuruan, Ratusan Rumah Terendam

GONDANGWETAN, Radar Bromo– Banjir di Pasuruan usai hujan lebat  yang turun sejak Selasa (5/1) siang, tak hanya membuat Kecamatan Gempol di Kota dan Kabupaten Pasuruan dilanda banjir. Empat kecamatan lainnya juga terdampak. Hingga pukul 19.00 banjir di sejumlah lokasi belum surut. Banjir itu terjadi di Kecamatan Gondangwetan, Winongan, Pasrpen dan Kejayan.

Di Gondangwetan banjir terjadi di Desa Bajangan, Desa Sekarputih, dan Desa Ranggeh. Ketiga desa itu masih banjir hingga pukul 19.00.

Arif Fitriyanto, salah seorang warga Bajangan mengatakan, banjir yang terjadiadalah yang terlama. Biasanya, banjir di desanya hanya bertahan dua jam. Tetapi, banjir terjadi hingga lebih dari empat jam dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter hingga 1 meter.

“Banjir mulai pukul 16.00. Ini karena hujan lebat dan luapan dari sungai. Ini banjir yang terlama,” katanya.

Menurutnya, banjir di Bajangan merupakan kali kedua selama dua tahun terakhir. Pada tahun lalu, banjir terjadi dua jam. Rumahnya yang berdekatan dengan sungai pun menjadi langganan banjir.

“Di tempat saya hanya selutut. Tapi kalau di utara masuk Desa Sekarputih itu sampai sepinggang orang dewasa,” jelasnya.

Di Desa Pohgading, Kecamatan Pasrepan, kondisinya sama. Hujan yang mengguyur mulai pukul 14.00 kemarin mengakibatkan sungai setempat meluap. Sekitar 150 kepala keluarga terdampak banjir tersebut.

“Ada sekitar 150 KK yang terdampak. Namun, banjir di desa saya hanya lewat karena Sungai Pohgading meluap,” jelas Kades Pohgading Subandi.

Banjir yang terjadi di Pohgading itu merupakan banjir pertama sejak sepuluh tahun terakhir. Tingginya sekitar 1 meter dengan arus yang sangat deras. Saking derasnya banjir, banyak pintu rumah yang dijebol oleh pemiliknya.

“Kalau tidak dijebol bahaya. Karena airnya deras sekali. Bisa merusak rumah, ” jelasnya.

Camat Pasrepan Zaki Yamani mengatakan, di daerahnya ada dua desa yang terdampak. Yaitu Desa Pohgading dan Desa Jogorepuh. Dari dua desa itu ada 220 KK yang terdampak.

“Ada 150 KK terdampak banjir di Dusun Pohgading Lor dan Dusun Putih, Desa Pohgading. Lalu di Dusun Winong Barat, Desa Pohgading sekitar 50 KK. Dan di Dusun Jogorepuh, Desa Jogorepuh kurang lebih 20 KK terdampak banjir,” katanya.

Menurutnya, selain banjir juga ada rumah warga yang rusak di Desa Mangguan. Rumah tersebut milik Wasia. “Rumah yang rusak itu semipermanen. Rusaknya karena tidak kuat menahan guyuran hujan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Pasuruan Khuzaini mengatakan, berdasarkan data yang masuk ada tiga kecamatan yang terdampak banjir. Kecamatan Gempol, Gondang Wetan, dan Kecamatan Pasrepan.

“Untuk sementara data yang saya terima dari lapangan ada tiga. Yaitu, Desa Legok di Gempol, Desa Ranggeh dan Sekarputih di Gondang Wetan, dan Desa Pohgading di Pasrepan,” ungkapnya.

BELUM SURUT: Dua warga di Sekarputih melintasi genangan banjir, Selasa (5/1) malam. (Foto: Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Menurutnya, penyebab banjir lantaran meluapnya sungai setelah hujan deras. Namun banjir ini hanya banjir kiriman yang cepat surut.

“BPBD dan relawan di masing-masing kecamatan sudah bergerak ke lokasi. Banjir kiriman ini tidak lama akan surut. Data KK sementara yang terdampak 70 KK,” jelasnya.

Di sisi lain, banjir juga terjadi di Kecamatan Kejayan. Ada tiga desa yaitu Desa Randu Gong, Cobanjoyo, dan juga Kepuh. Di lokasi ini, banjir hanya lewat. Saat ini sudah surut. Ketinggian sekitar satu meter.

“Sudah surut, hanya lewat saja. Tapi tadi ketinggian air sekitar satu meter, ” terang Majid, salah seorang warga Kepuh. (sid/fun)

GONDANGWETAN, Radar Bromo– Banjir di Pasuruan usai hujan lebat  yang turun sejak Selasa (5/1) siang, tak hanya membuat Kecamatan Gempol di Kota dan Kabupaten Pasuruan dilanda banjir. Empat kecamatan lainnya juga terdampak. Hingga pukul 19.00 banjir di sejumlah lokasi belum surut. Banjir itu terjadi di Kecamatan Gondangwetan, Winongan, Pasrpen dan Kejayan.

Di Gondangwetan banjir terjadi di Desa Bajangan, Desa Sekarputih, dan Desa Ranggeh. Ketiga desa itu masih banjir hingga pukul 19.00.

Arif Fitriyanto, salah seorang warga Bajangan mengatakan, banjir yang terjadiadalah yang terlama. Biasanya, banjir di desanya hanya bertahan dua jam. Tetapi, banjir terjadi hingga lebih dari empat jam dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter hingga 1 meter.

“Banjir mulai pukul 16.00. Ini karena hujan lebat dan luapan dari sungai. Ini banjir yang terlama,” katanya.

Menurutnya, banjir di Bajangan merupakan kali kedua selama dua tahun terakhir. Pada tahun lalu, banjir terjadi dua jam. Rumahnya yang berdekatan dengan sungai pun menjadi langganan banjir.

“Di tempat saya hanya selutut. Tapi kalau di utara masuk Desa Sekarputih itu sampai sepinggang orang dewasa,” jelasnya.

Di Desa Pohgading, Kecamatan Pasrepan, kondisinya sama. Hujan yang mengguyur mulai pukul 14.00 kemarin mengakibatkan sungai setempat meluap. Sekitar 150 kepala keluarga terdampak banjir tersebut.

“Ada sekitar 150 KK yang terdampak. Namun, banjir di desa saya hanya lewat karena Sungai Pohgading meluap,” jelas Kades Pohgading Subandi.

Banjir yang terjadi di Pohgading itu merupakan banjir pertama sejak sepuluh tahun terakhir. Tingginya sekitar 1 meter dengan arus yang sangat deras. Saking derasnya banjir, banyak pintu rumah yang dijebol oleh pemiliknya.

“Kalau tidak dijebol bahaya. Karena airnya deras sekali. Bisa merusak rumah, ” jelasnya.

Camat Pasrepan Zaki Yamani mengatakan, di daerahnya ada dua desa yang terdampak. Yaitu Desa Pohgading dan Desa Jogorepuh. Dari dua desa itu ada 220 KK yang terdampak.

“Ada 150 KK terdampak banjir di Dusun Pohgading Lor dan Dusun Putih, Desa Pohgading. Lalu di Dusun Winong Barat, Desa Pohgading sekitar 50 KK. Dan di Dusun Jogorepuh, Desa Jogorepuh kurang lebih 20 KK terdampak banjir,” katanya.

Menurutnya, selain banjir juga ada rumah warga yang rusak di Desa Mangguan. Rumah tersebut milik Wasia. “Rumah yang rusak itu semipermanen. Rusaknya karena tidak kuat menahan guyuran hujan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Pasuruan Khuzaini mengatakan, berdasarkan data yang masuk ada tiga kecamatan yang terdampak banjir. Kecamatan Gempol, Gondang Wetan, dan Kecamatan Pasrepan.

“Untuk sementara data yang saya terima dari lapangan ada tiga. Yaitu, Desa Legok di Gempol, Desa Ranggeh dan Sekarputih di Gondang Wetan, dan Desa Pohgading di Pasrepan,” ungkapnya.

BELUM SURUT: Dua warga di Sekarputih melintasi genangan banjir, Selasa (5/1) malam. (Foto: Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Menurutnya, penyebab banjir lantaran meluapnya sungai setelah hujan deras. Namun banjir ini hanya banjir kiriman yang cepat surut.

“BPBD dan relawan di masing-masing kecamatan sudah bergerak ke lokasi. Banjir kiriman ini tidak lama akan surut. Data KK sementara yang terdampak 70 KK,” jelasnya.

Di sisi lain, banjir juga terjadi di Kecamatan Kejayan. Ada tiga desa yaitu Desa Randu Gong, Cobanjoyo, dan juga Kepuh. Di lokasi ini, banjir hanya lewat. Saat ini sudah surut. Ketinggian sekitar satu meter.

“Sudah surut, hanya lewat saja. Tapi tadi ketinggian air sekitar satu meter, ” terang Majid, salah seorang warga Kepuh. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/