alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Jumlah Peziarah yang Datang ke Kota Pasuruan Terus Meningkat

PANGGUNGREJO, Radar Bromo Kelonggaran dibukanya tempat wisata juga membawa dampak terhadap wisata religi. Di Kota Pasuruan, jumlah peziarah yang masuk melalui Terminal Wisata terus meningkat. Saat ini, rata rata dalam sehari, ada enam bus yang masuk terminal setempat.

Kasi Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan, Dedi Andika Krisna mengungkapkan, sejak pekan ke tiga November, jumlah bus meningkat pesat. Sebelumnya saat awal November jika di rata rata hanya berkisar empat bus.

Kondisi ini disebutkan adanya dampak dari mengendurnya pembatasan di sejumlah kota dan kabupaten. Sehingga banyak masyarakat dari sejumlah wilayah mampir ke Kota Pasuruan untuk berziarah ke makam KH Abdul Hamid.

“Meningkat pesat. Kalau sebelumnya cuma empat bus, saat ini rata rata bisa enam bus. Sekarang kan wisata sudah tidak dibatasi,” ungkapnya.

Dedi menjelaskan, pihaknya tetap menjalankan protokoler kesehatan (prokes) ketat. Saat mereka turun dari bus, peziarah bakal diminta untuk mencuci tangan mereka dan bakal diperiksa suhu tubuh dengan menggunakan thermo gun.

“Mereka juga tetap harus pakai masker. Jika ada yang suhu nya tinggi, kami bakal koordinasi dengan dinkes. Namun selama ini belum ada,” terang Dedi. (riz/fun)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo Kelonggaran dibukanya tempat wisata juga membawa dampak terhadap wisata religi. Di Kota Pasuruan, jumlah peziarah yang masuk melalui Terminal Wisata terus meningkat. Saat ini, rata rata dalam sehari, ada enam bus yang masuk terminal setempat.

Kasi Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan, Dedi Andika Krisna mengungkapkan, sejak pekan ke tiga November, jumlah bus meningkat pesat. Sebelumnya saat awal November jika di rata rata hanya berkisar empat bus.

Kondisi ini disebutkan adanya dampak dari mengendurnya pembatasan di sejumlah kota dan kabupaten. Sehingga banyak masyarakat dari sejumlah wilayah mampir ke Kota Pasuruan untuk berziarah ke makam KH Abdul Hamid.

“Meningkat pesat. Kalau sebelumnya cuma empat bus, saat ini rata rata bisa enam bus. Sekarang kan wisata sudah tidak dibatasi,” ungkapnya.

Dedi menjelaskan, pihaknya tetap menjalankan protokoler kesehatan (prokes) ketat. Saat mereka turun dari bus, peziarah bakal diminta untuk mencuci tangan mereka dan bakal diperiksa suhu tubuh dengan menggunakan thermo gun.

“Mereka juga tetap harus pakai masker. Jika ada yang suhu nya tinggi, kami bakal koordinasi dengan dinkes. Namun selama ini belum ada,” terang Dedi. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/