alexametrics
27C
Probolinggo
Saturday, 16 January 2021

Masih Gagal Realisasikan Wisata Halal di Banyubiru

BANGIL, Radar Bromo–Rencana Pemkab Pasuruan untuk mewujudkan konsep wisata halal di Pemandian Alam Banyubiru, Kecamatan Winongan gagal terealisasi. Sebab, pengajuan pemkab ke pemerintah pusat untuk merealisasikan konsep wisata halal itu dengan bantuan pembangunan infrastruktur, masih ditolak.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Pasuruan, Gunawan Wicaksono mengungkapkan, pengembangan wisata Banyubiru dilakukan untuk mewujudkan wisata halal di kawasan setempat. Nah, untuk merealisasikannya, butuh anggaran jumbo.

Lantaran anggarannya cukup besar, pemkab pun mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat. Usulan dananya mencapai hingga Rp 10 Miliar. Sebab, anggaran daerah sendiri cukup terbatas. Belum lagi, saat ini kondisi masih pandemi.

Rencananya, dana itu dimanfaatkan untuk mempermak kawasan wisata alam di wilayah Winongan tersebut. Seperti memisahkan jalan hingga kolam untuk pengunjung laki-laki dan perempuan. Hingga infrastruktur pendukung lainnya. “Rencananya, infrastrukturnya kami benahi. Kami konsepkan wisata halal. Pemandian untuk wanita dan laki-laki dipisah,” beber Gunawan.

Namun, rencana menjadikan Banyubiru jadi wisata halal itu dipastikan belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Sebab, pemerintah pusat belum meloloskan pengajuan pemkab itu.

“Kami sudah usulkan. Tapi, belum mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. Sehingga, pembangunan kawasan wisata halal Banyubiru, belum mampu dijalankan. Baik tahun ini, ataupun tahun depan,” terangnya.

Belum diketahui pasti alasan pemerintah pusat belum meloloskan usulan konsep wisata halal itu. Disinyalir, pandemi yang belum berlalu jadi salah satu penyebabnya.

Namun, wisata Banyubiru sendiri sejatinya tahun ini juga dapat kucuran bantuan dari pusat. Tak tanggung-tanggung, ada dua pengerjaan dari pusat untuk rehab Banyubiru itu.

Yakni kucuran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 5 Miliar. Serta, kucuran dari dana hibah Rp 200 juta yang didapat di akhir tahun.

Kucuran DAK sendiri dimanfaatkan untuk 2 pengerjaan besar. Yakni pavingisasi seluruh areal Banyubiru sebesar Rp 1,7 Miliar serta pembangunan plaza kios pedagang sebesar Rp 2 Miliar. Sisanya untuk pengerjaan toilet, pos kesehatan dan sarana penunjang lainnya.

Sementara untuk dana hibah Rp 200 juta dimanfaatkan untuk merehab toilet, gapura depan dan musala. Saat ini, pengerjaannya masih berjalan. Wisata Banyubiru pun sejauh ini belum kembali dibuka lantaran proses rehab masih belum rampung. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU