alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Perbaikan Jalur ke Bromo Sudah Tergarap 70 Persen

BANGIL, Radar Bromo– Pembangunan jalan wisata Ngadirejo-Tosari terus dipacu. Bahkan diancang-ancang, Oktober 2020 sudah bisa diselesaikan.

Plt Sekretaris Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan, Eko Bagus mengatakan, pelaksanaan pembangunan jalan wisata ke Gunung Bromo itu, memang terkendala pada medan. Jalur yang menanjak membuat pengangkutan material ke lokasi perbaikan jalan tidak bisa dengan mudah dilakukan.

Namun begitu, progres pembangunan jalan wisata tersebut terbilang baik. Karena hingga saat ini, sudah lebih dari separo pengerjaan direalisasikan. Bahkan, bisa lebih cepat dari proyeksi awal. “Prosesnya masih berjalan. Sejauh ini, sudah 60 persen hingga 70 persen diselesaikan,” kata Eko.

Ia menyampaikan, proses pengerjaan jalan Ngadirejo-Tosari itu, semula diproyeksikan bisa selesai November. Namun, dengan percepatan pembangunan yang dilakukan, bukan tidak mungkin bisa lebih cepat dari proyeksi sebelumnya. Setidaknya, Oktober sudah bisa dirampungkan.

“Estimasi kami, Oktober sudah selesai pengerjaan jalannya. Tinggal kemudian, pemasangan sarana penunjang, seperti rambunya,” beber dia.

Pembangunan jalan Ngadirejo-Tosari, kata Eko, direalisasikan untuk menunjang sektor wisata menuju Gunung Bromo. Pembangunan tersebut merupakan lanjutan dari tahun 2019, yang menghabiskan Rp 21 miliar. Di mana, dana puluhan miliar tersebut digelontorkan untuk membangun jalan Tutur-Ngadirejo.

Pembangunan jalan Ngadirejo-Tosari tahun ini, dialokasikan hingga Rp 15 miliar. Dana tersebut bersumber dari Program Hibah Jalan Daerah (PJHD). Dengan perbaikan jalan setempat, diharapkan bisa mengangkat sektor wisata di Kabupaten Pasuruan. Khususnya untuk wisata Gunung Bromo. Sehingga, mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. (one/fun)

BANGIL, Radar Bromo– Pembangunan jalan wisata Ngadirejo-Tosari terus dipacu. Bahkan diancang-ancang, Oktober 2020 sudah bisa diselesaikan.

Plt Sekretaris Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan, Eko Bagus mengatakan, pelaksanaan pembangunan jalan wisata ke Gunung Bromo itu, memang terkendala pada medan. Jalur yang menanjak membuat pengangkutan material ke lokasi perbaikan jalan tidak bisa dengan mudah dilakukan.

Namun begitu, progres pembangunan jalan wisata tersebut terbilang baik. Karena hingga saat ini, sudah lebih dari separo pengerjaan direalisasikan. Bahkan, bisa lebih cepat dari proyeksi awal. “Prosesnya masih berjalan. Sejauh ini, sudah 60 persen hingga 70 persen diselesaikan,” kata Eko.

Ia menyampaikan, proses pengerjaan jalan Ngadirejo-Tosari itu, semula diproyeksikan bisa selesai November. Namun, dengan percepatan pembangunan yang dilakukan, bukan tidak mungkin bisa lebih cepat dari proyeksi sebelumnya. Setidaknya, Oktober sudah bisa dirampungkan.

“Estimasi kami, Oktober sudah selesai pengerjaan jalannya. Tinggal kemudian, pemasangan sarana penunjang, seperti rambunya,” beber dia.

Pembangunan jalan Ngadirejo-Tosari, kata Eko, direalisasikan untuk menunjang sektor wisata menuju Gunung Bromo. Pembangunan tersebut merupakan lanjutan dari tahun 2019, yang menghabiskan Rp 21 miliar. Di mana, dana puluhan miliar tersebut digelontorkan untuk membangun jalan Tutur-Ngadirejo.

Pembangunan jalan Ngadirejo-Tosari tahun ini, dialokasikan hingga Rp 15 miliar. Dana tersebut bersumber dari Program Hibah Jalan Daerah (PJHD). Dengan perbaikan jalan setempat, diharapkan bisa mengangkat sektor wisata di Kabupaten Pasuruan. Khususnya untuk wisata Gunung Bromo. Sehingga, mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/