alexametrics
24.6 C
Probolinggo
Wednesday, 29 June 2022

Rp 740 Juta untuk Bangun Bronjong di Winongan-Kejayan  

BANGIL, Radar Bromo – Plengsengan sungai di kawasan Winongan dan Kejayan rawan ambrol. Karena itu, Pemkab Pasuruan menyiapkan pembuatan bronjong agar tepi sungai tidak longsor. Ada lima titik. Biayanya Rp 740 jutaan.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Imam Nurwahyudi menyebutkan, pemasangan bronjong itu akan dilakukan di Winongan Lor, Winongan Kidul, Sruwi, dan Jeladri. Semua masuk Kecamatan Winongan. Satu titik lagi di wilayah Benerwojo, Kecamatan Kejayan.

Proyek tersebut dilakukan lantaran kondisi tepi sungai setempat sudah memprihatinkan. Sebagian rusak. Bronjong dibuat juga untuk mencegah ambrolnya plensengan kali. Agar tidak sampai terjadi kerusakan lebih parah. Juga, tidak memicu bencana bagi masyarakat sekitar.

”Kondisinya memang ada yang sudah rusak. Supaya tidak semakin ambrol, kami lakukan pembenahan,” ujarnya.

Rata-rata perbaikan dilakukan sepanjang 18 meter hingga 22 meter. Anggaran yang dialokasikan sekitar Rp 161 juta per titik.  ”Prosesnya sedang persiapan. Yang jelas, bulan (Agustus) ini sudah mulai pengerjaan,” tuturnya. (one/far)

 

 

BANGIL, Radar Bromo – Plengsengan sungai di kawasan Winongan dan Kejayan rawan ambrol. Karena itu, Pemkab Pasuruan menyiapkan pembuatan bronjong agar tepi sungai tidak longsor. Ada lima titik. Biayanya Rp 740 jutaan.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Imam Nurwahyudi menyebutkan, pemasangan bronjong itu akan dilakukan di Winongan Lor, Winongan Kidul, Sruwi, dan Jeladri. Semua masuk Kecamatan Winongan. Satu titik lagi di wilayah Benerwojo, Kecamatan Kejayan.

Proyek tersebut dilakukan lantaran kondisi tepi sungai setempat sudah memprihatinkan. Sebagian rusak. Bronjong dibuat juga untuk mencegah ambrolnya plensengan kali. Agar tidak sampai terjadi kerusakan lebih parah. Juga, tidak memicu bencana bagi masyarakat sekitar.

”Kondisinya memang ada yang sudah rusak. Supaya tidak semakin ambrol, kami lakukan pembenahan,” ujarnya.

Rata-rata perbaikan dilakukan sepanjang 18 meter hingga 22 meter. Anggaran yang dialokasikan sekitar Rp 161 juta per titik.  ”Prosesnya sedang persiapan. Yang jelas, bulan (Agustus) ini sudah mulai pengerjaan,” tuturnya. (one/far)

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/