Stok Masih 400 Ton, Petani Garam di Pasuruan Mulai Produksi Lagi

CUACA MENDUKUNG: Petani garam di Gerongan, Kecamatan Kraton yang saat ini mulai proses produksi lagi karena cuaca mulai mendukung. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

KRATON, Radar Bromo – Masuk awal Agustus, sebagian petambak garam di Kabupaten Pasuruan sudah mulai proses produksi garam. Meski begitu, sisa stok garam hasil panen tahun lalu belum sepenuhnya habis. Masih tercatat, tersisa sebayak 400 ton dan harga garam masih rendah.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Slamet Nurhandoyo mengatakan, persiapan lahan garam sudah dimulai pada pertengahan Juli lalu. Petambak sudah mulai memproduksi garam setelah hujan tidak lagi turun di musim kemarau ini.

“Bulan Juli-Agustus kemarin sudah memasuki kemarau basah. Sehingga, petambak garam sudah mulai mempersiapkan lahan garam dan masuk produksi,” terang Slamet.

Ia menjelaskan, saat ini sebagian petambak yang sudah mulai berproduksi. Dan sebagian lagi masih mempersiapkan lahan garam. “Kendati mulai memasuki produksi garam tahun 2020, tercatat sisa stok garam tahun lalu masih ada. Bahkan masih ada sisa 400 ton yang belum terserap pasar,” terangnya.

Slamet mengatakan masih banyaknya stok garam ini lantaran selain stok di pasaran masih melimpah. Juga garam yang biasanya terserap di perusahaan untuk produksi juga terbatas lantaran kegiatan ekonomi dan ekspor melesu. Akibatnya banyak garam petambak yang masih ngendon. Harga garam pun masih rendah. Mencapai Rp 300 per kilogramnya.

Dinas Perikanan pun tetap optimistis produski garam tahun ini masih tetap bagus. Mengingat, cuaca tahun ini diprediksi sama dengan tahun lalu. Dengan masa awal persiapan lahan bulan Juli. Dan puncak kemarau pada Agustus ini. Diprediksi produksi garam masih berjalan sampai Desember mendatang. (eka/mie)