Rumah-Warung di Pelabuhan Pasuruan Dilalap Api, Kerugiannya Segini

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Ketenangan warga Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo Minggu malam lalu (2/8) mendadak buyar. Itu setelah sebuah rumah dan warung, dilalap si jago merah. Syukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

Rumah yang terbakar itu adalah Mistia, 68. Sementara warung diketahui milik Latifah, 46, yang terletaknya di depan sebuah gudang kayu CV Kalimantan milik H. Kholid Mawardi, 40. Syukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

Peristiwa ini diketahui terjadi sekitar pukul 22.30. Malam itu, Mistia berada di rumahnya seorang diri, usai pulang dari sangar di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo bersama anaknya, M Ali Machsum, 23. Sementara, Machsum sedang pergi untuk ngopi. Mistia memilih tidur di kamar sebelah selatan.

Sekitar pukul 22.15, Mistia yang sedang tidur merasakan hawa hangat. Dia lalu terbangun dan kaget saat melihat lampu sudah padam dan api membakar pada sisi utara rumah tersebut. Mistia langsung keluar untuk meminta tolong pada warga sekitar. Warga yang mendengar teriakannya berdatangan dan mencoba membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya seperti timba dan gayung.

LUDES: Warung milik Latifah usai dilalap api pada Minggu (2/8) malam. Selain warung, adapula rumah yang ikut terbakar. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Lokasi kebakaran yang berada di dekat permukiman cukup padat penduduk membuat warga sekitar dan korban pun panik. Cuaca malam hari yang cukup dingin dan berangin membuat api dengan cepat membesar dan membakar rumah berukuran sekitar 6×8 meter itu. Tak cukup sampai di situ, api lantas menyebar ke warung berukuran 3×4 meter milik adik Mistia yakni Latifah yang berada di sisi timur rumah.

Hingga sekitar pukul 23.15, dua mobil unit pemadam kebakaran (damkar) Kota Pasuruan datang dibantu oleh dua unit mobil damkar Kabupaten Pasuruan. Api baru bisa dipadamkan sekira pukul 00.40. Lalu dilanjutkan pembasahan untuk memastikan api benar benar padam hingga pukul 01.00.

Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan, Catur Aldoko menjelaskan, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di rumah milik Mistia. Karena di dalam rumah tersebut, banyak bahan yang mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan menyebar ke warung tak jauh dari rumah ini. Warung pun akhirnya ikut ludes terbakar.

“Proses pemadaman berjalan lancar. Cuma karena saat ini masuk musim kemarau yang kering dan cuaca berangin, sehingga pemadamannya lebih sulit dilakukan. Alhamdulillah sekitar pukul 01.00, api benar benar bisa dipadamkan, cuma rumah dan warung ludes terbakar,” ungkap Catur.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto menjelaskan akibat kejadian tersebut rumah Mistia dan warung milik Latifah terbakar keseluruhan. Sementara gudang milik H Khalid, hanya terbakar pada atap bagian depan sebelah selatan. Diperkirakan kerugian sekitar Rp 100.000.000.

Pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran ini sebab dari penuturan Latifa sesaat sebelum ia beristirahat, kompor maupun listrik sudah dalam kondisi dimatikan. “Dari informasi di lapangan, yang pertama kali mengetahui kebakaran ini adalah mertua dari Kholid Mawardi yang bernama muslimin sekitar pukul 22.30. Saat itu ia melihat api sudah membesar. Kami masih menyelidiki untuk penyebab kebakaran ini. Cuma kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” sebut Endy. (riz/fun)