6 Bulan, Retribusi Fasilitas Olahraga Pasuruan Capai Rp 38,5 Juta

LEWATI TARGET: Stadion Untung Suropati yang semester awal telah menyumbang retribusi mencapai Rp 18.400.000 atau melebihi target sebesar Rp 9 juta. (Dok. Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Sejumlah fasilitas olahraga di Kota Pasuruan menjadi salah satu penyokong pendapatan daerah. GOR dan deretan kios di Stadion Untung Suropati ditargetkan memberi sumbangsih besar melalui retribusi.

Meski pandemi korona, secara keseluruhan, capaian retribusi selama enam bulan belakangan tercatat memiliki tren yang cukup baik. Artinya, pendapatan yang diraup Pemkot selama ini sudah lebih dari setengah yang ditargetkan. Persentasenya mencapai sebesar 60 persen.

“Ada lima fasilitas olahraga yang selama ini penggunaannya ditarik retribusi,” kata Kabid Olahraga di Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan Yohanes.

Dari lima fasilitas olahraga tersebut, dua di antaranya ditargetkan mendapatkan retribusi paling tinggi dibandingkan yang lain. Yakni kios Stadion Untung Suropati yang ditarget Rp 29.362.000 dan GOR Untung Suropati sebesar Rp 24.000.000.

Sementara Stadion Untung Suropati sendiri ditarget Rp 9.000.000, Lapangan Tenis Gradika sebesar Rp 1.800.000, dan Lapangan Wijaya hanya ditarget Rp 150.000.

“Mulai Januari hingga Juni kemarin, retribusi dari Stadion Untung Suropati jumlahnya melampaui target. Yakni Rp 18.400.000. Lalu dari Lapangan Wijaya juga demikian, mencapai Rp 400 ribu,” terang Yohanes.

Sementara itu, retribusi dari kios stadion mencapai Rp 10.950.000, dari GOR Untung Suropati senilai Rp 8.240.000, dan dari Lapangan Tenis Gradika senilai Rp 600.000. Sehingga total retribusi yang sudah masuk ke Pemkot sebesar Rp 38.590.000. “Jadi persentasenya 60 persen dari yang ditargetkan tahun ini sebesar Rp 64.312.000,” tandasnya. (tom/mie)