Lama Tak Ditempati, Rumah Warisan Milik Warga Rejoso Dilalap Api

DIPADAMKAN: Sejumlah petugas pemadam kebakaran berusaha menjinakkan api yang melalap rumah Yuliase Firdaus, warga Desa Kemantrenrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (4/7). (BPDB Kota Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

REJOSO, Radar Bromo – Sebuah rumah kosong milik warga Desa Kemantrenrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Yuliase Firdaus, 42, ludes dilalap api. Syukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kebakaran itu terjadi Sabtu (4/7) sekitar pukul 11.30. Siang itu, Yuliase Firdaus sedang tidur di dalam rumahnya yang berada di sisi barat rumah kosong ini. Tak lama kemudian, istrinya, Naning Dwi Wahyuni, pulang usai mengajar dengan mengendarai sepeda motor.

Setibanya di depan rumahnya, ia melihat rumah miliknya yang tidak ditempati di sisi timur ada kobaran api. Spontan ia membunyikan klakson sepeda motor miliknya agar suaminya di dalam rumah mendengar. Seketika Yuliase terbangun dan bergegas menuju rumah yang dimaksud.

Ia melihat ada kobaran api yang berasal dari ruang tamu di rumah berukuran 7 x 6 meter itu. Mengetahui kobaran api semakin besar, korban bergegas memadamkan api. Sejumlah tetangganya ikut membantu dengan peralatan seadanya, mulai dari timba hingga gayung.

Tidak lama kemudian, mobil tangki milik PT Chiel Tjedang Indonesia (CJI) yang berada di seberang rumah ini datang ikut membantu memadamkan api. Selang 15 menit kemudian, tiga mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Pemkot Pasuruan tiba di lokasi.

Proses pemadaman berlangsung selama 1,5 jam. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 12.00. Namun, rumah tidak ditempati ini ludes. Syukur, api tidak sampai merembet ke rumah lainnya dan tidak ada korban jiwa.

Kapolsek Rejoso AKP Bambang Sugeng mengatakan, rumah itu merupakan peninggalan atau warisan orang tua korban. Sudah sejak lima tahun tidak ditempati. Di rumah itu memang tidak ada aktivitas dan hanya sesekali dibersihkan. Namun, lampu di dalam rumah itu tidak pernah dimatikan. “Korban menolak untuk diidentifikasi. Dugaannya, kebakaran ini dipicu korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa, melainkan kerugian materiil sekitar Rp 100 juta,” ujar Sugeng. (riz/rud)