Tahun Ini Job Fair di Kota Pasuruan Ditiadakan

PURWOREJO, Radar Bromo – Adanya pandemi Covid-19 membuat Pemkot Pasuruan mengurungkan niat untuk kembali membuka program job fair atau bursa kerja tahun ini. Sebab, adanya larangan mengumpulkan massa di satu tempat menyebabkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat tidak mungkin mengadakannya bagi masyarakat Kota Pasuruan.

Kepala Disnaker Kota Pasuruan Mahbub Effendi mengungkapkan, semula pihaknya berencana kembali mengadakan program job fair di triwulan ketiga tahun ini. Rencananya jika terealisasi, pihaknya akan mengundang 22 perusahaan dengan 300 lowongan kerja dengan sasaran adalah masyarakat Kota Pasuruan.

“Rencananya, ada job fair seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, urung terlaksana karena ada wabah Covid-19. Kondisi saat ini tidak memungkinkan kami untuk mengadakannya,” ungkap Mahbub.

Ia menjelaskan, program job fair diharapkan sebagai solusi untuk masyarakat Kota Pasuruan yang sudah memasuki usia kerja namun belum bekerja. Tiap kali digelar, animo pencari kerja cukup tinggi. Ini terlihat dari jumlah pengajuan kartu kuning pada kantor Disnaker setiap tahunnya. Dimana pada 2017 terdapat pengajuan 2.176 kali, lalu pada 2018 terdapat pengajuan 1.911 kali, serta pada 2019 terdapat 1.611 kali. Pihak yang mengajukan pembuatan kartu kuning ini disebut sebagai pencari kerja aktif. Ini sebagai acuan bagi Pemkot untuk mengetahui angka pengangguran di Kota Pasuruan sebagai dasar kebijakan bagi mereka dalam mengeluarkan program untuk menguranginya. Misalnya melalui program job fair atau dengan rutin memberikan pelatihan kerja bagi masyarakat dalam usia kerja di Kota Pasuruan.

“Karena tahun ini job fair ditiadakan, kami berupaya memaksimalkan melalui program pelatihan kerja. Tahun ini ada lima pelatihan yang dilaksanakan dan sebanyak tiga pelatihan sudah terlaksana,”ssbut Mahbub. (riz/fun)